Gubernur: Dragon Boat Race 2026 dongkrak sektor pariwisata Kepri

Batamclick.com,
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyebutkan ajang Dragon Boat Race 2026 di Kota Tanjungpinang mendongkrak perkembangan sektor pariwisata, budaya dan bahari di daerah tersebut.

“Dragon Boat Race bukan sekadar perlombaan olahraga air, tetapi juga menjadi simbol keberagaman budaya, semangat kebersamaan serta kekayaan tradisi bahari yang dimiliki Kepri,” kata Ansar saat menghadiri pertunjukan Dragon Boat Race di Pelantar III Kota Tanjungpinang, Kepri, Sabtu.

Menurut Ansar, ajang tersebut merupakan salah satu warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat, khususnya Tanjungpinang.

Pemerintah Provinsi Kepri, kata dia, terus mendukung pelestarian agenda budaya seperti ini, karena mampu mempererat persatuan masyarakat sekaligus menjadi daya tarik wisata.

Gubernur Kepri menyebut penyelenggaraan kegiatan budaya yang dikemas secara profesional menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya dan olahraga atau sport tourism.

Apalagi kehadiran ribuan pengunjung selama pelaksanaan Dragon Boat Race 2026 memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pelaku UMKM, sektor kuliner, perhotelan, transportasi, hingga jasa wisata.

“Kami ingin setiap ajang yang dilaksanakan di Kepri memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula perputaran ekonomi yang dirasakan pelaku usaha lokal,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri Hasan menyampaikan Dragon Boat Race atau dikenal perlombaan perahu naga Tanjungpinang ini kembali digelar selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Juni 2026.

Agenda tahunan yang digelar Dispar itu menyuguhkan persaingan sengit antar tim yang berpacu menaklukkan lintasan di perairan Pelantar III Tanjungpinang.

Irama tabuhan genderang yang mengiringi kayuhan para atlet dipadukan dengan sorak-sorai ribuan penonton menciptakan suasana semarak yang menjadi ciri khas Dragon Boat Race setiap tahunnya.

Hasan menjelaskan Dragon Boat Race sendiri merupakan tradisi masyarakat Tionghoa yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir Tanjungpinang.

Kegiatan ini juga berkaitan erat dengan tradisi sembahyang keselamatan laut, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap budaya maritim yang telah mengakar sejak lama.

“Keunikan ini menjadikan Dragon Boat Race tidak hanya sebagai ajang kompetisi olahraga tradisional, tetapi juga sebagai atraksi budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Hasan.

Selama pelaksanaan perlombaan, lanjut Hasan, kawasan Pelantar III diperkirakan kembali dipadati masyarakat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, sebagian warga bahkan memilih menyaksikan jalannya lomba dari atas pompong yang berjajar di sekitar lintasan balap untuk mendapatkan sudut pandang terbaik.

Hasan berharap melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, ajang ini dapat terus berkembang menjadi agenda internasional yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya Melayu dan Tionghoa, serta kehidupan maritim Kepri kepada dunia.

Sumber, Antara