Tim Gabungan Koarmada I Berhasil Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp46,7 Miliar

Batamclick.com, Batam – Tim gabungan Koarmada I, Lantamal IV, Lanal Batam dan Lanal Tanjung Balai Karimun berhasil menggagalkan penyelundupan 466 ribu baby lobster dengan kerugian senilai Rp 46,7 Miliar.

Komandan Koarmada I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah mengatakan tim berhasil melakukan penangkapan terhadap sebuah speadboat kecepatan tinggi yang membawa benih baby lobster jenis mutiara dan pasir pada Senin (23/5/2022) sekira pukul 08.40 WIB di Pulau Kelapa Gading, Kecamatan Belakang Padang, Provinsi Kepri.

“Penggagalan upaya penyelundupan baby lobster yang akan diselundupkan keluar Indonesia ini bermula ketika pihaknya mendapati informasi dari masyarakat bahwa pada 23 Mei 2022 akan terjadi penyelundupan baby lobster dari Palembang tujuan Vietnam melalui Singapura,” ujar Arsyad didampingi Danlanal Batam Kolonel Laut (KH) Farid Maruf saat pres release pada Rabu (25/5/2022) pagi di Mako Lanal Batam.

BACA JUGA:   KKKS Wilayah Kepri Dan SKK Migas Kembali Gelar Webinar Dan Lomba Karya Jurnalistik

Arsyad menjelaskan penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat dan data inteligen, akan ada kapal berkecepatan tinggi membawa baby lobster dari Palembang dengan melintas di perairan Pulau Kelapa Gading.

“Pada Minggu (22/5/2022) malam kita laksanakan penyekatan oleh Lanal Batam dan Karimun sehingga kita berhasil menyekat semua jalur speadboat yang menuju ke Singapura,” terang Arsyad.

Dengan adanya penyekatan tersebut, arah laju spead boat berubah arah semula melintas ke sisi timur Kelapa Gading, kapal tersebut berubah arah ke sisi barat dan di kandaskan di pulau tersebut.

BACA JUGA:   Terima Kunjungan DPRD Riau, Nadeak Melepas Nostalgia

“Melihat lajunya berubah arah, tim dilapangan memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan dan kapal tersebut berupaya untuk melarikan diri,” ungkap Arsyad.

“Saat kapal di kandaskan, pelaku berhasil kabur dan tim belum mampu menangkapnya. Namun tim berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster senilai 46,7 miliar,” sambung Arsyad.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu 466 ribu benih baby lobster yang disimpan di dalam 95 kota styrofoam.

Sementara pelaku yang dilihat dilapangan berjumlah sekitar 5 (lima) orang. Mudah-mudahan kita berhasil menangkap para pelaku karena ada beberapa identitas yang tertinggal di kapal.

BACA JUGA:   Alhamdulillah... Pesisir Gurindam 12 Diresmikan

Dikatakan Arsyad, guna pengungkapan kasus tersebut pihak penyidik masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

“Saat ini, 466 ribu benih baby lobster sudah kita lepaskan di perairan Pulau Abang Kota Batam,” ujar Arsyad.

Sedangkan pasal yang dikenakan yaitu
Pasal 92 juncto (Jo) Pasal 26 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, sebagaimana diubah melalui UU Nomor 45 Tahun 2009.