Batamclick.com,
Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia Laksdya TNI Irvansyah meresmikan tiga Markas Komando (Mako) Zona Bakamla secara serentak untuk memperkuat keamanan laut nasional.
Peresmian tersebut mencakup Zona Barat di Batam, Zona Tengah di Manado, dan Zona Timur di Ambon, namun Kepala Bakamla itu hadir secara langsung di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Irvansyah di Batam, Kamis, mengatakan keberadaan tiga zona ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan dan penegakan hukum di perairan Indonesia yang luas.
Untuk wilayah barat, peresmian dipusatkan di Desa Setokok, Kecamatan Bulang, Batam, yang menjadi lokasi Mako Zona Bakamla Barat sekaligus yang terbesar di Indonesia.
“Di Batam merupakan mako terbesar. Kita harapkan tahun ini pusat komando dan pengendalian sudah bisa berfungsi optimal, sehingga wilayah barat, tengah, dan timur dapat terjaga keamanannya secara maksimal,” ujarnya.
Mako Zona Barat berdiri di atas lahan seluas sekitar 16,8 hektare dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti dermaga, gedung komando, kantor syahbandar, pusat komando dan pengendalian (Puskodal), gedung serbaguna, klinik, rumah dinas, hingga rumah susun.
Sementara itu, Zona Bakamla Tengah berlokasi di Desa Kalasey I, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara dengan luas 7 hektare, dilengkapi Gedung Mako John Lie dan Pos Bakamla Banjarmasin.
Sementara itu, Zona Bakamla Timur berada di Desa Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku seluas 0,5 hektare dengan fasilitas Gedung Mako Martha Cristina Tiahahu.
Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan untuk kepentingan operasional, tetapi juga diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Kami ingin fasilitas ini juga berdampak bagi masyarakat, termasuk rencana pembangunan klinik yang bisa diakses bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menegaskan pentingnya kehadiran Bakamla di wilayah Kepri yang didominasi perairan.
“Kepri merupakan wilayah dengan dominasi laut, hanya dua persen daratan, sekaligus pintu gerbang Indonesia di bagian Utara dan Barat. Potensi ekonominya besar, namun tantangan seperti penyelundupan dan pelanggaran maritim juga tinggi,” ujarnya.
Ia menilai, kehadiran Bakamla menjadi sangat krusial tidak hanya dalam pengawasan, tetapi juga sebagai simpul koordinasi antar pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan laut.
“Peresmian ini merupakan langkah strategis sebagai pusat komando dan koordinasi lintas sektor, sehingga berbagai potensi gangguan maritim dapat dicegah,” katanya.
Dengan diresmikannya tiga zona ini, diharapkan sistem keamanan laut Indonesia semakin terintegrasi dan mampu menjaga kedaulatan serta keselamatan wilayah perairan secara berkelanjutan.
Sumber, Antara









