BATAMCLICK.COM: Perhumas perkuat komunikasi digital dan menegaskan perannya sebagai garda depan dalam menghadapi derasnya arus disinformasi di era modern. Di tengah banjir informasi yang terus meningkat, kehadiran organisasi profesi ini di daerah menjadi kunci untuk menjaga kualitas komunikasi publik.
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menekankan bahwa peran Perhumas tidak hanya sebatas organisasi profesi, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem komunikasi yang sehat dan kredibel.
Banjarmasin Jadi Titik Strategis Komunikasi Nasional
Kehadiran Perhumas di Banjarmasin dinilai memiliki makna strategis. Kota ini tidak hanya menjadi bagian penting dalam peta pemberitaan nasional, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi para praktisi komunikasi, media, dan jurnalisme.
Momentum ini ditandai melalui pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas Banjarmasin yang dirangkaikan dengan seminar komunikasi di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari.
Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari perkembangan media hingga tantangan kehumasan di era digital.
Kecepatan Harus Sejalan dengan Akurasi
Benny menegaskan bahwa tantangan utama komunikasi saat ini terletak pada kecepatan dan akurasi. Ia mengingatkan bahwa informasi yang lambat akan mudah digantikan oleh disinformasi, sementara informasi yang tidak akurat justru menimbulkan masalah baru.
“Kalau lambat akan diisi disinformasi, kalau tidak akurat juga bermasalah. Jadi kuncinya kecepatan yang akurat,” ujarnya.
Karena itu, setiap informasi harus melalui proses verifikasi berlapis agar tetap relevan dan dapat dipercaya oleh masyarakat.
Komunikasi Harus Mencerahkan
Lebih dari sekadar menyampaikan informasi, komunikasi publik juga harus mampu memberikan pencerahan. Benny menilai narasi yang dibangun harus memperkuat arah pembangunan dan tidak terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan.
Dengan pendekatan ini, komunikasi tidak hanya menjadi alat penyampai pesan, tetapi juga instrumen untuk membangun kesadaran publik.
SDM Humas Dituntut Adaptif dan Kompeten
Di tengah kompleksitas informasi, peran sumber daya manusia di bidang humas menjadi semakin krusial. Benny menekankan bahwa praktisi humas harus memiliki kompetensi yang kuat, termasuk pemahaman mendalam terhadap media dan dinamika informasi.
Kemampuan ini menjadi penting karena pertarungan informasi kini semakin kompleks, cepat, dan melibatkan berbagai platform digital.
Perhumas Jadi Penggerak Standar Komunikasi
Sebagai organisasi profesi dengan jaringan luas hingga tingkat internasional, Perhumas memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kapasitas SDM humas di Indonesia.
Benny menilai kehadiran Perhumas di daerah mampu mendorong praktik komunikasi yang lebih terstruktur, kredibel, dan relevan dengan perkembangan global.
Dengan kata lain, Perhumas tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi juga sebagai motor penggerak transformasi komunikasi modern.
Kolaborasi Jadi Kunci
Di era digital yang penuh tantangan, kolaborasi menjadi faktor penting dalam membangun komunikasi yang efektif. Kehadiran Perhumas di berbagai daerah membuka ruang sinergi antara pemerintah, media, akademisi, dan pelaku industri.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan ekosistem komunikasi di Indonesia semakin kuat dan mampu menghadapi tantangan disinformasi secara bersama-sama.
Menuju Komunikasi yang Kredibel dan Berkelanjutan
Langkah Perhumas memperkuat peran di daerah menunjukkan arah baru dalam pembangunan komunikasi nasional. Dengan pendekatan yang adaptif, akurat, dan kolaboratif, komunikasi publik dapat menjadi lebih kredibel dan berkelanjutan.
Di tengah derasnya arus informasi, satu hal menjadi jelas: komunikasi yang kuat bukan hanya soal cepat, tetapi juga soal benar dan dapat dipercaya.
Sumber: Antara








