Politik Menjelang Pemilihan Presiden 2024

Oleh : Dannis
Mahasiswa Stisipol Raja Haji Tanjungpinang

BATAMCLICK.COM: Politik yang saat ini berjalan secara dinamis perlahan-lahan mengalami gejolak. Hal ini disebabakan oleh semakin dekatnya acara pemilihan umum khusunya Pemilihan Presiden pada tahun 2024. Pemilu ini merupupakan suatu bentuk usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Pada hakikatnya pemilu merupakan suatu bagian dari politik yang berkaitan dengan penyelenggaraan Publik pemerintahan dan negara. politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik Pemerintahan.
Setiap partai politik saat ini berlomba-lomba untuk mendapat perhatian masyarakat dengan melakukan survei di fasilitas umum atau dikenal sebagai “blusukan”. Para kandidat yang akan menduduki bangku jabatan di pemerintahan akan memberikan perhatian sebagai bentuk upaya mendapatkan kepercayaan yang dilandasi dengan kemampuan kinerja dan penampilan perorangan yang simpatik, peduli terhadap masalah-masalah sosial, komunikatif, jujur, dan bertanggung jawab.

BACA JUGA:   Jefridin Buka Sosialisasi Lokakarya Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh


Anggota partai politik yang mendapat sebagai kandidat kuat untuk bisa menduduki jabatan pemerintah akan memberikan bantuan dalam bentuk barang maupun jasa. Sebagai salah satu contohnya anggota Partai Demokrasi Indonesia atau biasa dikenal PDI yaitu Puan Maharani yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPR RI melakukan kampanye dengan “blusukan” ke daerah-daerah serta memberikan bantuan sembako atau pembagian kaos dengan berlabel partai PDI. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan rasa simpati dari warga Indonesia.


Namun disisi lain menurut analisa bahwa kondisi politik di Indonesia saat ini dinilai masih banyak tokoh belum mau deklarasi sebagai calon presiden atau calon wakil presiden karena tiket pemilihan presiden yang terbatas.  Peraturan mengenai Pemilu mensyaratkan ambang batas pencalonan presiden 20 persen dari kursi di DPR. Sehingga dengan syarat ambang batas ini, diperkirakan paling banyak hanya akan ada tiga pasang calon presiden dan calon wakil presiden. Bergejolaknya kondisi politik menjelang pemilihan presiden di tahun 2024 ini diakibatkan oleh beberapa faktor diantarnya:

BACA JUGA:   Gubernur Ansar Hadiri Raker Teknis Bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI
  1. Faktor Elektabilitas
    Sementara itu, keadaan politik saat ini dinilai akibat dari banyak tokoh belum mendeklarasikan diri karena masih terganjal elektabilitas. Faktor keterpilihan ini penting untuk melengkapi dukungan partai.
    Bila tokoh masih rendah elektabilitasnya dan tidak punya dukungan partai sudah deklarasi sebagai calon presiden atau calon wakil presiden akan malu. Maka, lebih banyak memilih diam tetap sudah bergerak di bawah.
  2. Faktor Politik Identitas
    Sejumlah tokoh partai politik juga sudah mulai bertebaran menjual diri melalui baliho. Misalnya Ketua DPP PDIP dan Ketua DPR Puan Maharani, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, hingga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Namun, Puan dan Airlangga belum ada pernyataan secara tegas bakal mencalonkan diri sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Sementara, PKB mengakui akan mendorong Cak Imin sebagai calon presiden atau calon wakil presiden di pemilihan presiden 2024. Erick Thohir menolak bicara tentang kemungkinan dirinya maju dalam kontestasi Pemilu 2024. Hal ini dikarenakan tiap kandidat menjaga integritas masing-masing.***

Penulis adalah mahasiswa Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Jurusan Administrasi Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *