3 Beringin Abadi, Jejak Sejarah Batam: Mengenang Memorial Soeharto, Lee Kuan Yew, dan Mahathir Mohammad

Batamclick.com, Komunitas Sepeda Teman Ngopi (TNCC) mengajak warga Batam mengenang sejumlah objek penting yang mencatat jejak sejarah Batam seiring perkembangannya. Salah satu simbol sejarah tersebut adalah tiga pohon beringin di Bundaran BP Batam.

“Tiga pohon beringin ini ditanam oleh tiga pemimpin negara pada masa mereka. Presiden Soeharto, Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew, dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad. Generasi milenial dan gen Z perlu tahu tentang memorial ini,” ujar Ramon Damora, Penasihat TNCC, saat bersepeda di Bundaran BP Batam, Senin (16/9) pagi.

Ramon bersama Ketua PWI Kepri Andi, Ketua TNCC Novianto, Ketua GoPro Hariyanto, Ketua Batam Folding Bike Rizal Saputra, serta Sekretaris TNCC Dedi Suwadha, melakukan kegiatan gowes untuk mengunjungi beberapa objek memorial di Batamcentre. Mereka memulai perjalanan dari Masjid Agung Raja Hamidah, yang baru diresmikan penggunaannya.

Setelah memimpin Shalat Dhuha berjamaah di masjid tersebut, Ramon dan rombongan berkeliling kawasan Batamcentre. Masjid Agung Raja Hamidah sendiri merupakan salah satu simbol sejarah Batam, dibangun sejak 1999 dan diresmikan pada 2001. Masjid ini baru saja direnovasi dan mulai digunakan kembali sejak pertengahan September.

Dari masjid, Ramon mengajak pesepeda mengunjungi tiga pohon beringin di Bundaran BP Batam. Dua dari pohon tersebut ditanam pada 29 November 1987. Pohon di sebelah kanan ditanam oleh Presiden Soeharto, sementara yang di sebelah kiri oleh PM Singapura, Lee Kuan Yew. Pohon beringin ketiga ditanam oleh PM Malaysia, Mahathir Mohammad, pada Maret 1991.

Di era 1990-an, Indonesia, Malaysia, dan Singapura membangun kerja sama kawasan dengan nama Sijori (Singapura, Johor, Riau), yang bertujuan meningkatkan pembangunan ekonomi, pariwisata, dan budaya di wilayah tersebut. Kerja sama ini turut mendorong kemajuan Batam.

Ramon menekankan pentingnya generasi baru Batam untuk merekam jejak sejarah Batam, termasuk objek memorial tersebut. “Selain berolahraga yang menyehatkan, penting untuk menjenguk objek-objek bersejarah ini,” ujar Ramon.

Tak jauh dari lokasi ini, terdapat Museum Raja Ali Haji yang memuat beragam informasi mengenai jejak sejarah Batam. Kawasan Batamcentre terus berbenah, memberikan ruang untuk olahraga dan edukasi sejarah bagi masyarakat.

“Sambil sehat, kita bisa memperkaya pengetahuan dan mengenang sejarah Batam,” tambah Ramon.