Empat Gubernur Satukan Langkah Majukan Produk Daerah ke Pasar Dunia

BATAMCLICK.COM: Di tengah semilir angin Batam yang bertiup dari arah Selat Singapura, sebuah momen bersejarah terjadi. Empat gubernur dari penjuru Indonesia duduk satu meja—bukan sekadar berbincang, tapi menyatukan komitmen demi satu cita-cita: membawa potensi daerah ke panggung dunia.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, berdiri di barisan terdepan. Di hadapan para kepala daerah dan pelaku usaha, ia menekankan pentingnya sinergi antardaerah sebagai bentuk nyata implementasi arahan Presiden melalui Permendagri No. 22 Tahun 2022.

“Retreat kepala daerah di Magelang beberapa waktu lalu membuka mata kita semua. Ternyata tiap wilayah menyimpan keunggulan unik yang bisa saling melengkapi. Sekarang saatnya kita wujudkan kolaborasi itu,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (13/6).

Tak tanggung-tanggung, Provinsi Jawa Tengah, Lampung, dan Maluku Utara langsung menyambut ajakan tersebut. Bersama Kepri, keempatnya menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjalin kerja sama lintas sektor—mulai dari pariwisata, investasi, industri, UMKM, ketahanan pangan, hingga penguatan BUMD.

Batam sebagai Pintu ke Dunia

Letak geografis Kepulauan Riau yang strategis, berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, menjadi modal penting dalam kerja sama ini. Gubernur Ansar menyebut Kota Batam akan difungsikan sebagai hub atau pusat distribusi internasional bagi produk-produk unggulan dari berbagai daerah.

“Pasar luar negeri sudah di depan mata. Batam akan jadi pintu gerbang ekspor untuk hasil pertanian dari Lampung, perikanan dari Maluku Utara, serta produk industri dan kerajinan dari Jawa Tengah dan Kepri sendiri,” jelasnya.

Semangat Bersama dari Ujung ke Ujung

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut kolaborasi ini dengan semangat tinggi. Ia berharap inisiatif ini akan menjadi gerakan nasional. “Kalau perlu, kami akan datangi satu per satu gubernur di Indonesia. Kita majukan potensi lokal bersama-sama, tidak ada yang tertinggal,” tegasnya.

Senada, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyoroti kelebihan produksi pertanian di daerahnya. “Padi, singkong, pisang—semuanya berlimpah. Kami butuh saluran distribusi yang pasti dan berkelanjutan. Kerja sama ini jawabannya,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan kesiapan daerahnya. “Kami kuat di sektor budi daya laut, dan ini bisa langsung bersinergi dengan Kepri yang punya konektivitas laut terbaik,” ujarnya bangga.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Di balik pertemuan hangat di sebuah hotel di Batam itu, tersembunyi harapan besar. Bupati dan wali kota dari keempat provinsi pun ikut menandatangani kesepakatan, menandai komitmen bahwa kerja sama ini bukan seremonial, tapi langkah nyata menuju kesejahteraan bersama.

Dalam dunia yang semakin terkoneksi, kolaborasi seperti ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dan Batam—kota yang dulu dibangun sebagai zona industri dan perdagangan—kini kembali memainkan perannya sebagai jembatan emas dari Indonesia ke dunia.(rusdi)