BATAMCLICK.COM: Mentari pagi baru saja menyibak kabut tipis di Pulau Serasan, ketika aroma laut dan harapan menyatu dalam satu kegiatan besar bertajuk Yatch Rally Sail to Natuna. Di tengah deretan kapal pesiar yang berlabuh, geliat ekonomi lokal mulai terasa dari tenda-tenda kecil yang berdiri di belakang gedung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan.
Di bawah tenda itu, anyaman tikar dan rotan khas Natuna tertata rapi. Wadah bumbu, tempat tisu, hingga makanan tradisional menyambut para wisatawan mancanegara yang datang dari berbagai penjuru dunia. Sebuah pertemuan budaya dan karya, di tengah debur ombak dan angin laut.
“Kami membawa langsung kerajinan khas dari kampung halaman: tikar, anyaman rotan, dan aneka produk lokal lainnya,” ujar Marwan Sjah Putra, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) Natuna, Minggu (15/6/2025).
Tak hanya menjual, mereka juga memberi makna pada pertemuan. Para ibu dari PKK Kecamatan Serasan, Serasan Timur, dan Persit TNI AD ikut serta dalam kegiatan ini. “Kami ingin wisman tidak sekadar melihat, tapi merasakan keramahan dan kekayaan budaya Natuna,” tambah Marwan.
Di stan itu pula, para wisatawan bisa mencicipi kue khas Natuna, membeli pakaian hasil rancangan UMKM lokal, hingga berinteraksi langsung dengan perajin. Mereka bukan hanya pelancong—mereka adalah tamu yang disambut hangat oleh pulau yang selama ini jauh dari hiruk-pikuk wisata massal.
Sementara itu, Kepala PLBN Serasan, Wendriandy, menjelaskan bahwa kehadiran wisatawan ini juga menjadi bagian dari uji coba pengoperasian PLBN Serasan sebagai gerbang resmi masuk dan keluar kapal wisata internasional.
“Tujuan kami bukan semata membuka pelabuhan, tapi membuka peluang. Kami ingin PLBN Serasan menjadi simpul ekonomi baru bagi masyarakat pesisir,” ungkap Wendriandy. Hingga Sabtu (14/6), sebanyak 15 kapal yacht telah merapat, dan diperkirakan totalnya akan mencapai 27 unit.
Para pemandu wisata lokal pun ikut dilibatkan. Mereka merancang paket wisata dan mengajak para tamu berkeliling, sekaligus mengenalkan kekayaan produk di bazar. “Hari ini akan ada tambahan kunjungan lagi,” katanya.
Puncak kegiatan direncanakan berlangsung pada 17 Juni, dan turut dipantau langsung oleh Deputi I Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP, Dr. Nurdin, bersama Bupati Natuna, Cen Sui Lan, yang telah tiba di lokasi pada Minggu siang.
Yatch Rally Sail to Natuna tak hanya menjadi ajang pelayaran internasional, melainkan juga panggung bagi masyarakat Natuna untuk menunjukkan bahwa dari pulau terpencil pun, cahaya semangat dan kreativitas bisa memancar ke seluruh dunia.
Sumber: Antara









