Batamclick.com,
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) terus menggencarkan upaya skrining dan pengobatan tuberkulosis (TB) hingga menyisir ke lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di kota itu.
Kepala Dinkes Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lapas maupun rutan secara rutin menjalani skrining TB sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan penularan penyakit tersebut.
“Kita ada MoU dengan rutan dan lapas untuk skrining dan pengobatan. Untuk skrining dilakukan secara rutin untuk seluruh penghuni, dan untuk pengobatan, obat di-drop dari puskesmas wilayah kerja,” kata Didi saat dihubungi di Batam, Rabu.
Menurut dia, pelayanan kesehatan bagi warga binaan dilakukan melalui puskesmas wilayah kerja masing-masing.
“Untuk Lapas Perempuan Kelas IIB Batam dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Batam, layanan skrining dan pengobatan didukung oleh Puskesmas Baloi Permai,” kata dia.
Sementara itu, katanya, untuk Rutan Batam dan Lapas Kelas IIA Batam yang berada di kawasan Barelang, pelayanan dilakukan oleh Puskesmas Sungai Langkai.
Dinkes Batam juga melibatkan 26 fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta untuk mendukung pengobatan pasien TB dalam hal pendistribusian obat. Sebagai contoh klinik swasta Oto Medika Batam yang mendapatkan obat dari Puskesmas Lubuk Baja.
Untuk memperkuat diagnosis, Batam saat ini memiliki sejumlah fasilitas pemeriksaan cepat molekuler atau tes cepat molekuler (TCM) yang tersebar di berbagai fasilitas kesehatan.
Fasilitas tersebut berada di RSUD Embung Fatimah, RSBP Batam, RS Budi Kemuliaan, RS Elisabeth Batam Kota, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL) Kelas I Batam, serta Puskesmas Tanjung Sengkuang, Sambau, Mentarau dan Baloi Permai.
“Hingga 20 Juni 2026 tercatat sebanyak 13.239 orang telah menjalani skrining TB. Kami menemukan 1.870 kasus positif TB, terdiri dari 1.839 kasus TB sensitif obat dan 31 kasus TB resisten obat,” kata dia.
Sepanjang Juni 2026 hingga tanggal 20, tercatat sebanyak 190 kasus positif TB baru ditemukan di Kota Batam.
Dinkes Batam mencatat angka insiden TB di daerah itu saat ini mencapai 134 kasus per 100 ribu penduduk.
“Upaya penemuan kasus terus dilakukan oleh faskes yang memiliki TCM, dengan pengobatan yang dilakukan dari masing-masing wilayah kerja puskesmas. Untuk kelompok rentan seperti warga binaan lapas dan rutan, kami juga memastikan pasien mendapatkan obat hingga tuntas,” tutupnya.
Sumber, Antara









