Tembus 6 Ribu Paspor Dikeluarkan Imigrasi Batam Setiap Bulan

Imigrasi Batam Hadapi Lonjakan Permohonan Paspor

Imigrasi Batam kembali menjadi sorotan setelah angka permohonan paspor di kota ini terus melonjak. Sebagai pintu gerbang internasional, Imigrasi Batam mencatat rata-rata 5.000 hingga 6.000 permohonan setiap bulan, sebuah angka yang mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat di Kepulauan Riau.

Lonjakan itu terlihat jelas sepanjang Januari hingga Oktober 2025, ketika total permohonan e-paspor mencapai 65.670, sementara paspor biasa tercatat 269 permohonan.

Mayoritas E-Paspor, Namun Tidak Semua Permohonan Diterima

Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Batam, Kharisma Rukmana, menjelaskan bahwa meskipun animo masyarakat tinggi, tidak semua permohonan bisa lolos verifikasi.

“Hingga Oktober, terdapat 101 permohonan yang kami tolak. Sebagian besar karena dugaan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural (PMI NP),” katanya.

Selain dugaan PMI NP, beberapa permohonan ditolak karena calon pemohon diduga ingin berangkat ke Kamboja, tidak melengkapi dokumen tambahan, atau mengajukan permohonan ganda akibat paspor hilang dan rusak.

Digitalisasi Meningkatkan Kualitas Layanan Paspor

Di tengah tingginya antrian, Imigrasi Batam terus berbenah. Hadirnya aplikasi mobile paspor atau M-Paspor menjadi kunci percepatan layanan.

Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa mendaftar secara mandiri dan memilih jadwal kedatangan tanpa rebutan kuota.

“Dengan M-Paspor, layanan lebih tertata dan tersedia kuota antrean hingga satu bulan ke depan,” jelas Kharisma.

Langkah digitalisasi ini tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga membantu Imigrasi menata aliran permohonan agar lebih stabil sepanjang bulan.

MPP Batam Bantu Kurangi Kepadatan di Kantor Utama

Selain digitalisasi, perluasan titik pelayanan juga menjadi strategi penting. Konter Imigrasi Batam di Mal Pelayanan Publik (MPP) ikut memecah konsentrasi pemohon yang biasanya memadati kantor utama.

“Ada pemecahan konsentrasi dan penambahan opsi layanan sehingga masyarakat tidak menumpuk di satu lokasi,” tambah Kharisma.

Komitmen Tingkatkan Pelayanan di Tengah Permintaan Tinggi

Dengan angka permohonan yang terus naik, Imigrasi Batam menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas layanan. Mulai dari sistem antrean digital, layanan di MPP, hingga peningkatan kontrol terhadap permohonan berisiko tinggi.

“Kami terus meningkatkan kualitas layanan untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat,” tutup Kharisma.