Puluhan Kepala Keluarga Terdampak Rempang Eco-City Bergeser ke Hunian Sementara

BATAMCLICK.COM: Sebanyak 112 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak program pembangunan Rempang Eco-City telah bergeser dan menempati hunian sementara. Jumlah ini terus bertambah seiring dengan warga asal Rempang yang mulai membuka diri terhadap rencana investasi di kampung mereka.

Langkah BP Batam dalam mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis menjadi faktor penting dalam mempercepat pergeseran warga yang terdampak program strategis Rempang Eco-City. Salim, warga asli Kampung Sembulang Tanjung, menyatakan bahwa pergeseran ini merupakan keputusan pribadi tanpa campur tangan pihak lain.

Pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan sisi kemanusiaan dan hak masyarakat, telah mempertimbangkan banyak hal sebelum proyek ini berjalan. Salim berharap agar pembangunan ini selesai dengan cepat sehingga mereka dapat hidup di rumah baru dengan nyaman.

BACA JUGA:   Kegiatan Pra TMMD, Rehab RTLH Milik Suti'ah Mulai Digarap Satgas TMMD Reguler ke-111 Kodim 0718/Pati

BP Batam, melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, berkomitmen untuk menuntaskan proyek strategis Rempang Eco-City. Dia juga berharap agar seluruh komponen daerah mendukung realisasi investasi di Rempang.

Manfaat pergeseran terhadap warga terdampak pengembangan Rempang meliputi uang sewa rumah maksimum selama 12 bulan sebesar Rp 1,2 juta per KK dan biaya hidup dengan periode yang sama sebesar Rp 1,2 juta per jiwa. BP Batam juga memfasilitasi pengangkutan orang dan barang dari rumah mereka ke hunian sementara serta memberikan kepastian terhadap pendidikan anak-anak yang masih bersekolah.

Penulis: ElinEditor: Abim