Batamclick.com,
Personel Pengamanan dan Penyelamatan (Pammat) Ditsamapta Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) kembali memadamkan kebakaran lahan di wilayah Kota Batam.
Api termonitor muncul di lahan kosong di Jalan Raya Hang Tuah Batu Besar, Nongsa, Kota Batam, Kamis siang.
“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat ada api membakar lahan kosong di kawasan Batu Besar sekitar pukul 11.50 WIB. Kami kerahkan personel Pamad dan Turjawali ke lokasi untuk mengecek,” kata Direktur Samapta Polda Kepri Kombes Pol Joko Adi Nugroho.
Ia menjelaskan sembilan personel Pammat dan enam personel Turjawali turun melakukan pemadaman, mengerahkan satu kendaraan taktis SAR, dan armoured water cannon (AWC).
Belum diketahui pasti penyebab munculnya api, namun karena cuaca yang panas disertai angin, api cepat membesar dan membakar ranting pohon dan semak yang kering.
“Penyebabnya belum diketahui, tapi ada kaitannya dengan musim kemarau ini, di mana cukup berpotensi terjadi kebakaran lahan, disengaja atau tidak disengaja, seperti membuang puntung rokok sembarangan,” katanya.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.15 WIB. Api tidak merembet ke pemukiman warga.
Ditsamapta Polda Kepri mencatat sejak Januari hingga Februari 2026 terjadi empat kali kebakaran lahan di wilayah itu.
Kebakaran lahan terjadi di kawasan hutan lindung Taman Lestari, Batu Aji, Kota Batam pada Minggu (8/2) dan berhasil dipadamkan Senin (9/2).
Sebanyak empat hingga lima mobil pemadam kebakaran Kota Batam dikerahkan dibantu rantis Karhutla, AWC dan Rantis SAR Polda Kepri.
“Laporan yang kami terima api baru dapat dipadamkan pukul 05.00 WIB, bahkan paginya masih dilakukan pendinginan,” ujarnya.
Tercatat enam lokasi api yang terdeteksi di kawasan tersebut.
Kebakaran juga terjadi pada Jumat (6/2) di TPA Punggur. Polda Kepri mengerahkan Rantis Karhutla dan AWC yang menghabiskan 8.000 liter air untuk memadamkan api.
Kebakaran semak belukar di sepanjang Jalan TPU Sambau, Nongsa, pada 22 Januari 2026. Penyebab kebakaran diduga udara panas dan kering. Kondisi ini mengakibatkan mengganggu lalu lintas jalan.
Kebakaran lahan juga melanda kawasan hutan di sekitar Bandar Hang Nadim Batam. Namun, pemadaman dilakukan melibatkan pengamanan bandara, Lanud Hang Nadim dan Damkar Kota Batam.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengimbau masyarakat di wilayah Kepulauan Riau tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar atau membakar sampah di lahan kering selama musim kemarau.
Imbauan ini disampaikan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah kepulauan tersebut selama musim kemarau yang mulai berlangsung sejak awal tahun ini.
“Bagi warga yang melakukan pembukaan lahan, diharapkan jangan melakukan pembakaran. Hal ini juga dapat memicu meluasnya kebakaran karena saat ini tiupan angin juga cukup kencang,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam Ramlan Djambak di Batam, Jumat (23/1).
Ia menjelaskan saat ini wilayah Kepri memasuki musim panas atau kemarau. Namun, masih berpotensi terjadi hujan ringan yang bersifat lokal.
Sumber, Antara








