Layanan Humanis, Teknologi Mutakhir, dan Sentuhan Nyaman untuk Pasien dari Indonesia
KPJ Damansara Specialist Hospital-2, Kuala Lumpur, bukan hanya sebuah rumah sakit. Bagi banyak pasien dari Indonesia, rumah sakit ini menjadi tempat harapan, kesembuhan, dan ketenangan hati. Dari detik pertama tiba di Malaysia, pasien akan merasakan sambutan hangat yang tak berbeda dengan pelukan keluarga sendiri.
Pada Jumat malam, 11 Juli 2025, rumah sakit unggulan ini memperkenalkan pelayanannya secara langsung dalam sebuah acara bincang santai kesehatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Santika, Batam Center. Suasana hangat penuh tanya jawab mengiringi kehadiran ratusan tamu, termasuk pasien, rekanan, hingga agen asuransi yang telah bekerja sama dengan rumah sakit dalam jaringan KPJ Healthcare Berhad.
Dalam kesempatan itu, Mohd Adenin, Head of Business Development & Health Tourism KPJ Damansara Specialist Hospital-2, mengisahkan perjalanan rumah sakit yang tergolong muda namun memiliki sejarah panjang. “KPJ Damansara Specialist Hospital sudah berdiri selama 30 tahun. Sedangkan KPJ Damansara Specialist Hospital-2 baru beroperasi sejak tiga tahun lalu. Sultan Ibrahim, yang merupakan Raja Johor, langsung langsung meresmikan rumah sakit ini.,” ujarnya.
Teknologi Canggih Bertemu Pelayanan Personal
Adenin menjelaskan bahwa rumah sakit ini menggabungkan keunggulan teknologi dengan pendekatan layanan yang sangat personal. KPJ Damansara Specialist Hospital-2 ada lebih dari 100 dokter spesialis berpengalaman, serta berbagai teknologi medis mutakhir seperti robotik, kecerdasan buatan (AI), kapsul endoskopi untuk pemeriksaan lambung, hingga Microsoft HoloLens yang memungkinkan keluarga pasien mengikuti proses diagnosis dari lokasi berbeda.
“Kami bahkan menyediakan konsultasi jarak jauh untuk pasien yang ingin memulai diagnosa tanpa harus langsung datang ke Kuala Lumpur,” ungkap Adenin.
Perjalanan Pasien dari Batam Hanya Satu Jam

Adenin menekankan, jarak dari Batam ke Kuala Lumpur hanya sekitar 40 menit dengan pesawat. Setibanya di Bandara Kuala Lumpur, tim KPJ langsung menjemput pasien. Dari bandara ke rumah sakit hanya memakan waktu sekitar 50 menit. Bahkan, mereka juga menyiapkan layanan antar-jemput ke hotel dan kembali ke bandara setelah pengobatan selesai.
Setiap detail pelayanan mereka rancang untuk menghadirkan kenyamanan total. Di rumah sakit ini, keluarga pasien tidak perlu berurusan langsung ke meja pendaftaran atau membayar di kasir. Petugas rumah sakit akan melakukan proses administrasi dengan sistem jemput bola dan mendatangi keluarga pasien. sehingga mereka tidak repot pergi ke meja administrasi dan kasir.
Kamar Nyaman dengan Harga Bersahabat
Menariknya, KPJ Damansara Specialist Hospital-2 menawarkan berbagai pilihan kamar yang nyaman dan sangat terjangkau. Mulai dari 150 ringgit Malaysia hingga kamar super VVIP seharga 2.000 ringgit per malam. Untuk kamar VIP seharga 450 ringgit—pilihan favorit pasien dari Indonesia—fasilitasnya sangat lengkap dan nyaman, hanya untuk satu pasien dengan ruang cukup luas bagi pendamping.
“Kamar 2.000 ringgit itu seperti suite hotel. Ada ruang tamu, sofa, dan kami juga sediakan makanan untuk pendamping, bukan hanya pasien,” tutur Adenin dengan senyum ramah.
Sentuhan Manusia di Balik Kecanggihan Teknologi
Yang membuat KPJ Damansara berbeda bukan hanya teknologinya, tapi juga perhatian manusiawinya. “Jika tuan dan puan ingin kepastian diagnosa 100 persen, datanglah ke KPJ Damansara Specialist Hospital-2 Kuala Lumpur. Karena kesehatan itu bukan sekadar pengobatan, tapi tentang bagaimana kami menjaga dan menciptakannya bersama Anda,” ujar Adenin, menutup malam itu dengan pesan mendalam.








