Listrik Batam Jadi Prioritas, PLN Batam Belum Buka Keran Ekspor ke Singapura

PLN Batam menegaskan fokusnya untuk memenuhi kebutuhan listrik di Batam, Rempang, dan Galang sebelum membuka peluang ekspor ke Singapura. Direktur Utama Kwin Fo menyebut, prioritas saat ini adalah memperkuat infrastruktur energi lokal di tengah meningkatnya permintaan industri data center.
PLN Batam menegaskan fokusnya untuk memenuhi kebutuhan listrik di Batam, Rempang, dan Galang sebelum membuka peluang ekspor ke Singapura. Direktur Utama Kwin Fo menyebut, prioritas saat ini adalah memperkuat infrastruktur energi lokal di tengah meningkatnya permintaan industri data center.

BATAMCLICK.COM: PLN Batam Jual Listrik ke Singapura. Pertanyaan itu kerap kita dengarkan di berbagai diskusi kelistrikan yang handal. Namun hingga saat ini PLN Batam menegaskan komitmennya untuk tetap fokus memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Baik rumah tangga, maupun industri di Batam, Rempang, dan Galang. Komitmen itu harus terwujud maksimal sebelum membuka peluang ekspor energi ke luar negeri, termasuk ke Singapura.

Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, menjelaskan bahwa pihaknya memang beberapa waktu lalu bertemu dengan Menteri Perindustrian Singapura, sifatnya membangun hubungan baik.

“Kami memang sempat ditanya tentang kesiapan PLN Batam untuk mengekspor listrik ke Singapura. Tapi perlu diketahui, MOU antara pemerintah pusat dan Singapura tidak merinci siapa pihak pelaksana kerja samanya. Jadi saat ini kami belum fokus ke sana,” ujar Kwin Fo.

Kebutuhan Batam, Rempang, dan Galang

Menurut Kwin Fo, prioritas PLN Batam saat ini adalah memastikan kecukupan daya listrik untuk kebutuhan lokal. Hal ini terutama penting di tengah meningkatnya permintaan energi akibat pesatnya pertumbuhan industri, khususnya sektor data center yang sedang menggeliat di Batam.

“Data center memiliki kebutuhan energi yang sangat besar. Karena itu, kami harus fokus membangun pembangkit, memperkuat jaringan transmisi dan distribusi, serta menyiapkan infrastruktur penunjangnya,” jelasnya.

Kwin Fo menambahkan, PLN Batam baru akan mempertimbangkan ekspor listrik jika pasokan energi di wilayah Batam sudah surplus dan seluruh kebutuhan dalam negeri terpenuhi secara optimal.

Pasokan Listrik ke Bintan Jadi Contoh Nyata

Saat ini, PLN Batam memang sudah melakukan ekspor terbatas dalam negeri, yaitu menyuplai listrik ke Bintan dengan kapasitas sekitar 90 hingga 100 megawatt. Proyek ini menjadi contoh kompleksitas teknis dan regulasi dalam pengiriman energi antarwilayah.

“Untuk menyalurkan listrik ke Bintan saja, kami harus membangun jaringan kabel bawah laut dan sistem transmisi yang rumit. Apalagi kalau sampai lintas negara seperti ke Singapura, tentu regulasinya jauh lebih kompleks,” tutur Kwin Fo.

Bangun Kemandirian Energi Sebelum Jadi Pemasok Regional

Langkah strategis PLN Batam untuk memperkuat ketahanan energi lokal menunjukkan arah kebijakan yang berkelanjutan. Dengan pondasi infrastruktur yang kuat, PLN Batam tidak hanya menyiapkan pasokan stabil bagi warga, tetapi juga menciptakan kepercayaan bagi investor yang ingin mengembangkan bisnis di wilayah ini.

Kwin Fo optimistis, jika seluruh rencana pembangunan pembangkit dan jaringan kelistrikan berjalan sesuai target, maka Batam akan segera mencapai surplus daya. “Kalau nanti kapasitasnya mencukupi dan stabil, barulah kita pikirkan langkah selanjutnya untuk ekspor listrik,” pungkasnya.

Penulis: bosEditor: papidedy