BATAM — Komunitas sepeda lipat di Batam menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah perayaan 19 tahun Indonesia Folding Bike (IdFB). Kesiapan tersebut mereka sampaikan melalui kegiatan First Sunday Ride (FSR) yang digelar sebagai ajang silaturahmi, sekaligus pemanasan menuju perjumpaan besar pesepeda lipat di Kota Batam.
Kegiatan FSR ini sekaligus menegaskan peran Batam sebagai salah satu simpul penting pergerakan komunitas sepeda lipat nasional yang selama ini aktif menggelar agenda lintas daerah dan lintas negara.
FSR Jadi Simbol Kesiapan Batam
Koordinator First Sunday Ride, Suryani Astuti, mengatakan Batam memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Indonesia Folding Bike. Ikatan tersebut tumbuh dari kesuksesan penyelenggaraan Jambore Nasional Sepeda Lipat (Jamselinas) XII Batam 2023, yang meninggalkan kesan mendalam bagi ribuan pesepeda dari berbagai daerah dan mancanegara.
“FSR ini bukan sekadar gowes rutin. Namun, kegiatan ini menjadi tanda kesiapan Batam Folding Bike untuk kembali mengajak pesepeda dari Nusantara dan negara tetangga berkumpul di Batam, mengenang Jamselinas XII, sekaligus menyongsong usia 19 tahun Indonesia Folding Bike,” ujar Suryani di Dam Sei Harapan, Sekupang, Kota Batam, Minggu (4/1/2026).
Undangan Reuni Pesepeda Nusantara dan Mancanegara
Suryani, yang akrab disapa Ece, menambahkan komunitas sepeda lipat Batam secara khusus mengundang kembali para peserta Jamselinas XII Batam 2023. Melalui perayaan ini, Batam ingin menghadirkan ruang reuni yang menghidupkan kembali persahabatan yang terjalin di atas kayuhan sepeda.
Selain pesepeda dalam negeri, komunitas sepeda lipat Batam juga mengajak pesepeda dari Malaysia dan Singapura untuk turut memeriahkan perayaan. Letak geografis Batam yang strategis dinilai menjadi jembatan alami bagi persaudaraan pesepeda lintas negara di kawasan Asia Tenggara.
Rute Gowes Representasikan Wajah Batam
Rute First Sunday Ride akan dimulai dari Pelabuhan Internasional Sekupang, kemudian menuju Dam Sei Harapan, dan kembali finis di Pelabuhan Internasional Sekupang. Panitia memilih rute tersebut karena merepresentasikan karakter Batam sebagai kota maritim yang berdampingan dengan ruang hijau dan kawasan konservasi.
Menurut Suryani, Dam Sei Harapan memiliki makna khusus bagi komunitas sepeda lipat Batam. Menjelang Jamselinas XII Batam 2023, komunitas sepeda lipat bersama Ketua IdFB S Purwanti dan Founder IdFB Azwar Hadi Kusuma melaksanakan kegiatan penanaman pohon di kawasan tersebut sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Gowes, Persahabatan, dan Kepedulian Lingkungan
Selain penanaman pohon, rangkaian Jamselinas XII Batam 2023 juga diisi dengan kegiatan penaburan bibit ikan di Taman Rusa. Seluruh rangkaian tersebut menunjukkan komitmen komunitas sepeda lipat dalam mendukung pelestarian alam dan ekosistem setempat.
Nilai-nilai kebersamaan, kepedulian lingkungan, dan persahabatan inilah yang kembali ingin dihidupkan melalui kegiatan FSR kali ini.
“Bersepeda bagi kami bukan hanya soal olahraga. Kami juga merawat alam, membangun persahabatan, serta berbagi dampak positif bagi lingkungan sekitar,” kata Suryani.
Batam Bidik Sport Tourism Berbasis Komunitas
Suryani berharap perayaan 19 tahun Indonesia Folding Bike di Batam dapat menjadi momentum konsolidasi komunitas sepeda lipat nasional. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat citra Batam sebagai kota ramah pesepeda sekaligus destinasi sport tourism berbasis komunitas.
Dengan semangat kebersamaan dan keterbukaan, Batam menyatakan kesiapan menyambut kayuhan pesepeda dari berbagai penjuru Nusantara dan mancanegara.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya. Mari kembali ke Batam, kita kayuh bersama, dan kita rayakan 19 tahun Indonesia Folding Bike dengan penuh cerita,” tutup Suryani Astuti.***









