Banjir di Batam Jadi Prioritas, Pemkot dan BP Targetkan 200 Titik Tuntas dalam Dua Tahun

Li Claudia Chandara tinjau lokasi banjir beberapa waktu lalu
Li Claudia Chandara tinjau lokasi banjir beberapa waktu lalu

Upaya Terpadu Atasi Banjir di Batam

BATAMCLICK.COM: Banjir di Batam masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah. Dalam dua tahun ke depan, Pemerintah Kota Batam menargetkan penuntasan 200 titik banjir dan genangan air yang tersebar di sembilan kecamatan. Persoalan yang ditangani pun beragam, mulai dari kategori ringan, sedang hingga berat.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menurunkan risiko banjir melalui program normalisasi dan penguatan infrastruktur drainase.

“Kami turun, kami sisir semua sembilan kecamatan. Titik-titik yang tadinya banjir sudah mulai berkurang. Tetapi untuk tuntas, butuh waktu dua tahun atau lebih. Dengan niat tulus kami, insya Allah bisa beres menangani masalah banjir di kota ini,” ujarnya kepada para wartawan dan pemilik media massa dalam agenda silaturahmi di Kantor Pemko Batam, Rabu (3/9/2025).

Kolaborasi Pemkot dan BP Batam

Upaya mengatasi banjir tidak dilakukan sendirian. Pemerintah Kota Batam bekerja sama dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam serta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam.

Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menyebut penyebab genangan cukup beragam, mulai dari sedimentasi, saluran yang tidak berfungsi, hingga posisi wilayah yang lebih rendah dari permukaan laut.

“Ada solusi jangka pendek, menengah, dan panjang. Jangka pendek normalisasi sudah dilakukan oleh Pemkot, dampaknya mulai terasa. Jangka menengah, kami membuka saluran baru ke laut dan memperbaiki sambungan drainase,” jelas Mouris.

Ia menambahkan, BP Batam juga menyiapkan program jangka panjang yang akan berjalan mulai tahun 2026. “Kami anggarkan untuk membangun kembali beberapa jembatan untuk mengatasi bottleneck serta kolam retensi yang bisa difungsikan sebagai taman,” tambahnya.

Normalisasi dan Pembangunan Kolam Retensi

Kepala DBMSDA Batam, Suhar, mengungkapkan bahwa pihaknya mencatat 105 titik banjir berskala menengah dan besar dengan berbagai persoalan.

“Untuk jangka pendek, kita tambah alat berat agar normalisasi bisa lebih cepat. Total saluran yang harus ditangani lebih dari 500 kilometer, dan sekitar 40 persen masih belum terjangkau. Jadi kita fokus dulu ke saluran primer yang langsung buang ke laut,” jelas Suhar.

Ia menegaskan bahwa sebagian pekerjaan besar akan dilanjutkan pada tahun 2026, termasuk pembangunan infrastruktur pengendali pasang surut.

“Tahun ini saja, satu kolam retensi di Jodoh dengan kapasitas sekitar 3.000 liter sudah hampir selesai,” katanya.

Untuk Batam Bebas Banjir

Dengan kolaborasi antara Pemkot Batam, BP Batam, dan DBMSDA, program pengendalian banjir diharapkan bisa berjalan lebih efektif. Meski jalan menuju Batam bebas banjir masih panjang, langkah-langkah nyata mulai terlihat, dari normalisasi saluran, pembangunan kolam retensi, hingga rencana jangka panjang membangun infrastruktur baru.