TPID dan Bank Indonesia kompak jaga stabilitas harga, Kepri alami deflasi beruntun
Inflasi Kepri berhasil ditekan berkat sinergi kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, memuji kerja keras semua pihak yang menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, bahkan hingga memicu terjadinya deflasi pada Juni 2025.
“Menurut data BPS, Kepri mengalami deflasi sebesar 0,12 persen pada Juni. Angka ini memang tidak sedalam deflasi Mei lalu, yang tercatat sebesar 0,44 persen. Tapi ini tetap menjadi indikator penting bahwa pengendalian harga berjalan efektif,” ujar Gubernur Ansar dalam keterangan di Tanjungpinang, Kamis (3/7/2025).
Harga Stabil, Tapi Waspadai Dampak Deflasi
Ansar menjelaskan bahwa deflasi adalah kondisi turunnya harga barang dan jasa secara umum dan berkelanjutan. Ia menyebut, meskipun harga turun tampak menguntungkan bagi konsumen, jika berkepanjangan, deflasi justru bisa mengganggu roda ekonomi.
“Penurunan harga bisa berdampak pada turunnya produksi, meningkatnya pengangguran, hingga risiko resesi. Karena itu, kita perlu terus menjaga keseimbangan dengan kebijakan yang tepat,” tegasnya.
Gubernur Ansar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia agar deflasi tidak berlangsung lama dan ekonomi tetap tumbuh stabil.
GNPIP Jadi Senjata Andalan, BI Kepri Bergerak Aktif
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Rony Widijarto, mengonfirmasi bahwa pihaknya terus bersinergi dengan TPID se-Kepri melalui program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Program ini dijalankan dengan strategi 4K: Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi yang efektif.
Berbagai langkah konkret sudah BI lakukan pada Juni 2025, antara lain:
- Penandatanganan kerja sama antar daerah (KAD) antara Pemprov Kepri dengan Jawa Tengah, Lampung, dan Maluku Utara.
- Penyediaan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) untuk menjaga ekspektasi harga.
- Penyaluran rutin beras SPHP di seluruh kabupaten/kota di Kepri.
- Gelaran pasar murah dan gerakan pangan murah di Batam, Tanjungpinang, dan Bintan menjelang Idul Adha 2025.
Juli Waspada, BBM, Listrik, dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu Inflasi
Meski deflasi tercatat pada Juni, TPID tetap bersiap menghadapi potensi tekanan inflasi pada Juli 2025. Setidaknya ada tiga faktor utama yang diwaspadai:
- Penyesuaian harga BBM nonsubsidi,
- Penyesuaian tarif listrik di Batam,
- Kenaikan tarif angkutan udara karena libur sekolah.
Namun, TPID juga mencatat sejumlah faktor penahan inflasi yang bisa menyeimbangkan, seperti:
- Panen hortikultura yang berlangsung di sejumlah wilayah,
- Diskon tarif angkutan laut yang masih berlanjut,
- Mulainya normalisasi permintaan pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Gubernur Ansar dan seluruh jajaran TPID membuktikan bahwa kerja sama lintas sektor mampu menjaga angka inflasi Kepri tetap terkendali. Upaya ini bukan sekadar menjaga harga tetap stabil, tetapi juga memastikan rakyat tetap bisa hidup tenang dan ekonomi Kepri terus tumbuh tanpa gejolak.









