Langkah Cantik Dilza Salsabila: Eks Penyanyi Nagaswara Siap Bawa Kepri Menuju Miss Grand Indonesia 2026

Batamclick.com, BATAM – Kilauan gaun hitam dan pendar cahaya lampu membalut keanggunan Dilza Salsabila saat melangkah di Madley ID, KSquare Mall, Batam, Minggu (26/7/2026) malam. Di balik selempang Miss Grand Kepulauan Riau yang tersemat di bahunya, sosok muda yang akrab disapa Zaza ini tak sekadar menebar senyum sebagai ratu kecantikan, ia berdiri membawa asa dan identitas seluruh masyarakat Kepulauan Riau.

Dara kelahiran Padang, 16 Februari 2001 yang tumbuh dan besar di Batam ini dikenal sebagai sosok multitalenta. Beragam hobi mulai dari bernyanyi, memainkan alat musik, hingga rutin berolahraga telah membentuk karakter dinamis dalam dirinya.

Lewat gelaran The Grand Press Conference, Zaza secara resmi mengetuk pintu perjuangannya sebelum bertolak ke Jakarta pada awal Agustus mendatang untuk bertarung di ajang Miss Grand Indonesia 2026.

Bagi warga Batam, panggung megah bukan hal baru bagi Zaza. Ia sudah menjajal dunia model sejak usia tiga tahun, bertransformasi menjadi penyanyi profesional dengan merilis delapan single di bawah label Nagaswara pada periode 2016–2021, hingga aktif sebagai kreator konten.

Meski berlatar belakang dunia hiburan dan bukan berasal dari panggung pageant, Zaza justru menjadikan hal tersebut sebagai pemicu keberanian untuk terus melangkah keluar dari zona nyaman.

“Motivasi terbesar Zaza adalah ingin membuktikan bahwa siapa pun bisa berani mengambil kesempatan dan melangkah keluar dari zona nyaman untuk menjadi versi terbaik dari dirinya. Zaza memang bukan berasal dari dunia pageant, tapi justru itu yang membuat Zaza berani mencoba,” ungkap Zaza penuh keyakinan.

Ia menambahkan, keterlibatannya di ajang ini bukan sekadar mengejar karier pribadi. “Zaza ingin membawa pengalaman, kreativitas, dan cerita Zaza sebagai seorang perempuan Kepulauan Riau untuk dikenal lebih luas di panggung nasional. Melalui Miss Grand Indonesia, Zaza ingin menginspirasi anak-anak muda untuk berani bermimpi, berani berkarya, dan percaya bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah,” tegasnya.

Bagi Zaza, makna kompetisi ini melampaui sekadar perebutan gelar. “Mahkota bukan hanya tentang menjadi yang terbaik, melainkan bagaimana kita bisa memberikan dampak positif dan bermakna bagi sesama,” tambahnya,” tuturnya.

Dukungan penuh mengalir dari Pemerintah Kota Batam. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menegaskan bahwa Pemko Batam berkomitmen penuh mendukung setiap kegiatan kepariwisataan karena hal itu selaras dengan 15 program kerja prioritas pembangunan kota.

Ardiwinata mengingatkan pentingnya konsep kolaborasi pentahelix dengan melibatkan unsur akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, serta menggandeng media agar multiplier effect terhadap ekonomi daerah dapat tercipta secara maksimal.

“Pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Batam yang berada di atas rata-rata nasional ini bukan tumbuh begitu saja, melainkan diciptakan bersama. Target kita sederhana: membuat wisatawan datang seramai-ramainya dan tinggal selamanya di Batam,” tegas Ardiwinata.

Ia juga menitipkan pesan khusus kepada Zaza agar tetap menjunjung tinggi identitas Melayu saat berlaga di kancah nasional. “Karena Zaza mewakili Kepri, pesan saya penampilan dan wawasannya harus disesuaikan dengan culture serta kearifan lokal daerah kita,” tambahnya.

Suasana jumpa pers semakin haru ketika ayahanda Zaza menyampaikan pesan mendalam untuk sang putri. Ia mengutarakan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak dan tim yang telah mendukung perjalanan putrinya hingga terpilih mewakili Kepri.

“Selamat untuk Zaza. Ini adalah titipan dan amanah terbesar. Pesan Ayah, selalu jadi diri sendiri dan jangan pernah lupakan tanah kelahiranmu, Kepri,” ucap sang ayah penuh haru.

Perjalanan meraih mahkota memang tak ditempuh lewat jalan pintas. Hampir setiap malam, jadwal Zaza dipadatkan dengan latihan intensif mulai dari memantapkan tempo catwalk, mempertajam public speaking, mendalami table manner, hingga mematangkan karakter seorang queen.

Head of Committee Miss Grand Kepri, Rifyal Lamani, mengungkapkan bahwa wakil Kepri tahun ini dipilih melalui proses seleksi audisi daring secara ketat, hingga akhirnya terpilih Zaza sebagai sosok paling siap.

Tim organisasi menargetkan raihan tertinggi: membawa pulang mahkota Miss Grand Indonesia 2026, sekaligus merebut tiket menuju panggung Miss Grand International di New Delhi, India.

“Rasanya bangga, bahagia, sekaligus ada debaran luar biasa karena membawa nama provinsi tercinta. Mohon doa dan dukungannya agar Zaza bisa memberikan hasil terbaik untuk Kepri,” tutup Zaza tersenyum.