Pemkot Batam pastikan kesehatan ternak terjaga lewat vaksin PMK

Batamclick.com,
Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), memastikan kesehatan ternak tetap terjaga dengan pencegahan melalui vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang akan diberikan pada September 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam Mardanis mengatakan ternak yang tersisa dari Idul Adha 1447 Hijriah/2026 masih terdapat 563 sapi dan 932 kambing.

“Sesuai pendataan kami, ada sisa ternak 563 sapi dan 932 kambing di peternak. Lalu untuk pencegahan PMK, rencana vaksinasi PMK akan dilaksanakan pada September 2026,” kata Mardanis saat dihubungi di Batam, Jumat.

Ia menjelaskan sebanyak 700 dosis vaksin PMK telah diusulkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan seluruhnya diperuntukkan bagi sapi. “700 dosis itu hanya untuk sapi, kalau untuk kambing belum ada,” ujarnya.

Menurut Mardanis, jumlah sapi yang akan divaksin masih berpotensi bertambah karena diperkirakan masih ada pemasukan ternak hingga menjelang pelaksanaan vaksinasi.

“Pasti akan ada lagi sapi yang masuk. Nanti akan kami data kembali,” katanya.

Menjelang vaksinasi, DKPP Batam juga meminta para peternak menjaga kesehatan ternak melalui pemberian pakan berkualitas dan vitamin agar kondisi fisik hewan tetap prima.

“Untuk ternak yang tersisa kami anjurkan kepada peternak agar memberikan pakan yang baik dan pemberian vitamin,” ucap Mardanis.

Ia mengatakan petugas kesehatan hewan secara rutin melakukan pemeriksaan kondisi fisik ternak.

Sementara itu Dokter Kewan DKPP Batam Samuel Tampubolon menjelaskan satu indikator kesehatan adalah elastisitas kulit atau turgor.

“Kalau kulit ditarik, lalu tidak langsung kembali ke posisi semula, itu menandakan sapi kekurangan gizi atau mengalami malnutrisi,” katanya.

Selain itu ia menyoroti pentingnya peternak untuk memeriksa kondisi mukosa mata, mulut, dan lidah. Ternak yang sehat harus memiliki mukosa yang lembab tanpa tanda-tanda abnormal. “Seperti ngences berlebih, itu harus dicek karena indikasi PMK,” katanya.

Pemeriksaan fisik lainnya, kata dia, meliputi kondisi testis yang harus simetris pada ternak jantan, postur tubuh yang tegak, serta kaki yang normal tanpa kelainan bentuk. Selain itu suhu tubuh juga menjadi salah satu indikator penting dalam pemeriksaan kesehatan.

Menurut Samuel, suhu normal sapi dan kambing berkisar antara 37 hingga 39 derajat Celsius, sedangkan suhu di atas 40 derajat Celsius menunjukkan ternak mengalami demam dan memerlukan penanganan lebih lanjut.
​​​​​​​​​​​​​
Sumber, Antara