Batamclick.com,
Dinas Pendidikan Kota Batam, Kepulauan Riau, memastikan seluruh murid yang mendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri tahun ajaran 2026/2027 telah tertampung.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hendri Arulan mengatakan daya tampung sekolah negeri masih mencukupi karena jumlah pendaftar berada di bawah kapasitas yang tersedia.
“Daya tampung SD negeri sebanyak 16.044 siswa, sedangkan yang mendaftar hanya sekitar 11 ribuan siswa. Untuk SMP negeri daya tampungnya 16.803 siswa, sementara yang mendaftar sekitar 14 ribuan siswa,” kata Hendri di Batam, Kamis.
Ia menjelaskan pelaksanaan SPMB berlangsung mulai 8 Juni hingga proses daftar ulang yang berakhir pada 29 Juni 2026.
Menurut Hendri, sejumlah kendala sempat muncul pada proses penerimaan, terutama berkaitan dengan persyaratan administrasi kependudukan, seperti kartu keluarga (KK) yang belum memenuhi ketentuan masa domisili satu tahun sehingga tidak diterima melalui jalur domisili.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Disdik Batam telah menggelar rapat pleno bersama sejumlah pihak, seperti Ombudsman Kepri, Komisi IV DPRD Kota Batam, Dewan Pendidikan, dan Polresta Barelang, guna memberikan diskresi kepada calon peserta didik yang belum tertampung.
“Hasil rapat kami tuangkan dalam berita acara. Ada sekitar 3.871 anak jenjang SD dan SMP yang memperoleh diskresi untuk kemudian kami distribusikan ke sekolah-sekolah negeri yang masih memiliki daya tampung,” ujarnya.
Ia mengatakan peserta didik yang memperoleh diskresi telah ditempatkan di sekolah negeri terdekat yang masih memiliki kuota.
“Kami distribusikan ke sekolah yang masih tersedia daya tampungnya. Kalau sekolah yang dipilih sudah penuh tentu tidak bisa lagi, sehingga kami berikan pilihan sekolah negeri lain yang terdekat dari tempat tinggal mereka,” katanya.
Hendri menegaskan seluruh proses distribusi dilakukan ke sekolah negeri dan tidak dialihkan ke sekolah swasta karena kapasitas sekolah negeri di Batam masih mencukupi.
“Kami mendistribusikan ke sekolah negeri semua. Sampai saat ini sudah tidak ada permasalahan lagi. Intinya kami berharap tidak ada anak yang tidak bersekolah, jadi seluruhnya kami fasilitasi,” katanya.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Batam sekaligus Ketua SPMB Yusal menambahkan, jumlah lulusan SD negeri pada 2026 total 23 ribu siswa, dengan estimasi siswa tidak tertampung sebanyak 7 ribu di jenjang SMP. Namun, estimasi tersebut tidak sesuai dengan kelangsungan SPMB.
“Ternyata pendaftar tidak mencapai kemampuan daya tampung. Pertama, ini mungkin karena jumlah murid berusia SD menurun di Batam, dan kedua, ada kemungkinan masyarakat melanjutkan pendidikan anaknya ke sekolah swasta,” kata dia.
Ia menyebut terdapat sebagian orang tua yang sejak awal memilih langsung mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta tanpa mengikuti proses SPMB di sekolah negeri.
“Ada banyak juga yang memang mendaftar ke sekolah swasta dan tidak mendaftar ke sekolah negeri,” katanya.
Sumber, Antara









