Batamclick.com,
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memfasilitasi pertemuan antara Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dengan tenaga kerja yang berminat bekerja di luar negeri.
Kepala Disnaker Kota Batam Yudi Suprapto mengatakan pihaknya rutin menyediakan fasilitas pertemuan hingga sosialisasi rekrutmen untuk mempertemukan perusahaan penempatan dengan calon pekerja migran.
“Permintaan fasilitasi untuk mempertemukan perusahaan dengan P3MI cukup banyak. Kami berupaya semaksimal mungkin menyediakan ruangan dan memfasilitasi kegiatan sosialisasi maupun rekrutmen,” kata Yudi saat dihubungi di Batam, Rabu.
Yudi menambahkan, belum lama ini PT Trias Insan Madani menggelar sosialisasi rekrutmen pekerja ke Jepang dengan job order lebih dari 2.000 tenaga kerja dan menargetkan merekrut sekitar 100 orang dari Batam.
Dari sekitar 150 orang yang mendaftar, sebanyak 47 orang mengikuti sosialisasi dan selanjutnya diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalani pelatihan bahasa Jepang.
“Untuk bekerja di Jepang memang harus memiliki kemampuan bahasa Jepang. Peserta akan mengikuti pelatihan di LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) selama sekitar enam bulan hingga memperoleh sertifikat minimal N4 sebelum diberangkatkan,” katanya.
Meski demikian, Disnaker Batam mengaku belum menerima laporan lanjutan mengenai perkembangan peserta yang telah mengikuti pelatihan tersebut di Jakarta.
“Hingga Juni ini ada delapan P3MI di Batam yang melakukan penempatan untuk keluar negeri, sementara perusahaan penempatan lainnya berasal dari luar daerah dengan tujuan penempatan ke negara-negara di Timur Tengah, hingga kawasan Eropa Timur,” kata dia.
Ia juga mengatakan pentingnya menempuh jalur formal untuk calon pekerja migran Indonesia yang akan ditempatkan di luar negeri.
“Bekerja ke luar negeri harus melalui prosedur formal. Beberapa perusahaan di Batam memang berupaya menempatkan pekerja ke Jepang, namun seluruh proses tetap mengikuti prosedur BP3MI melalui Sistem Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Sisko P2MI),” tambahnya.
Ia juga memaparkan data dari Sisko P2MI, dimana sepanjang Januari hingga Juni 2026 terdapat 278 pekerja migran asal Batam yang telah ditempatkan ke berbagai negara, terdiri atas 153 laki-laki dan 125 perempuan
“Malaysia masih menjadi negara tujuan terbanyak dengan 183 pekerja, disusul Singapura 35 orang, Qatar 21 orang, Hong Kong 16 orang, Taiwan 13 orang, Slovakia tiga orang, Korea Selatan dua orang, Romania dua orang, serta masing-masing satu orang ke Jepang, Arab Saudi, dan Yunani,” katanya.
Lebih lanjut dari sisi jenis pekerjaan, sebagian besar pekerja migran asal Batam ditempatkan sebagai operator produksi sebanyak 71 orang.
Selain itu terdapat 67 pekerja informal, 44 pekerja sektor pertanian, 34 pekerja perkebunan, dan 14 orang sebagai welder dan pekerjaan lainnya.
Sumber, Antara









