Natuna  

Semangat Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Natuna Wujudkan Perbatasan Bersih dan Lestari

Natuna, 19 Juni 2026 – Mentari pagi baru saja menyingsing ketika deru mesin pompong memecah tenangnya perairan Natuna. Tepat pukul 06.30 WIB, rombongan yang dipimpin Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie.,SH.,S.I.K.,M.M.,M.Tr.Opsla bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Natuna bertolak dari Pelabuhan Teluk Baruk, Desa Sepempang, menuju Pulau Senoa, salah satu pulau terluar yang menjadi garda depan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

‎Perjalanan menuju Pulau Senoa bukan sekadar menyeberangi lautan. Di balik gelombang yang membentang, tersimpan semangat menjaga wajah Indonesia di kawasan perbatasan. Bersama 80 personel Polres Natuna, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Natuna dan Dinas Perikanan Kab.  Natuna, 10 anggota Bhayangkari, 10 pecinta alam, Kapolres Natuna menggelar aksi bersih-bersih pantai dalam rangka program Indonesia Asri yang sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

‎Hamparan pasir putih dan birunya laut Pulau Senoa menjadi saksi kepedulian bersama terhadap lingkungan. Puluhan peserta tampak menyisir bibir pantai, memungut sampah yang terbawa arus laut maupun yang tertinggal di kawasan pesisir.

‎Tak hanya itu, kegiatan juga diwarnai dengan pelepasan 100 ekor tukik (anak penyu) ke habitat alaminya. Momen tersebut menjadi simbol harapan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut Natuna yang kaya akan keanekaragaman hayati.

‎Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie.,SH.,S.I.K.,M.M.,M.Tr.Opsla menyampaikan bahwa Natuna merupakan etalase sekaligus jendela terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara lain. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kelestarian alam di wilayah perbatasan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh elemen masyarakat.

‎“Natuna adalah wajah Indonesia di perbatasan. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan wujud cinta terhadap lingkungan dan bentuk kepedulian kita untuk merawat alam demi masa depan generasi mendatang. Melalui kegiatan Indonesia Asri ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian wilayah perbatasan,” ujar Kapolres Natuna.

‎Semangat gotong royong yang terlihat di Pulau Senoa menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dapat menjadi perekat kebersamaan. Polisi, Bhayangkari, komunitas pecinta alam, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan pesisir serta menjaga kehidupan laut yang menjadi aset berharga bangsa.

‎Di tengah peringatan Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dalam upaya merawat lingkungan dan melestarikan alam Indonesia.

‎Selain melaksanakan aksi bersih-bersih pantai, kegiatan tersebut juga diisi dengan pelepasan 100 ekor anak penyu (tukik) ke habitat alaminya. Pelepasan tukik dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian satwa laut yang dilindungi sekaligus upaya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut di wilayah perbatasan.

‎Ratusan tukik yang dilepas menuju lautan lepas menjadi simbol harapan akan keberlangsungan kehidupan penyu di masa mendatang. Langkah ini juga merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga habitat satwa yang dilindungi dari ancaman kerusakan lingkungan dan aktivitas yang dapat mengganggu siklus hidup penyu.

‎Kapolres Natuna menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak hanya sebatas membersihkan sampah, tetapi juga memastikan ekosistem dan habitat satwa tetap lestari. Melalui pelepasan tukik tersebut, Polres Natuna ingin menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keberadaan penyu sebagai satwa dilindungi harus dijaga bersama demi keberlanjutan ekosistem laut Natuna.

 

‎(Dy)