Ali Akbar Haholongan: Energi Baru Pembinaan Sepak Bola Usia Dini di Liga TopSkor Batam

Batamclick.com, BATAM — Babak baru pengembangan talenta sepak bola di Kepulauan Riau resmi dimulai. Ali Akbar Haholongan dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Liga TopSkor Zona Batam. Penunjukan ini dilakukan langsung oleh Koordinator Liga TopSkor Provinsi Kepri, Yulisman, sebagai langkah strategis untuk memperkuat visi pembinaan sepak bola usia dini di Batam.

Mandat ini dinilai tepat mengingat rekam jejak Ali Akbar yang merupakan sosok muda progresif. Selain aktif sebagai kader Banteng Muda Indonesia (BMI) Provinsi Kepri, ia dikenal sebagai inisiator sekaligus pendiri Massive Super League, kompetisi futsal lintas kategori yang sukses menyatukan potensi pelajar hingga korporasi di wilayah Kepri.

Memasuki pekan ke-8 Liga TopSkor Batam musim ke-5, atmosfer kompetisi di Stadion Temenggung Abdul Jamal kian memanas. Sebanyak 14 tim yang terbagi dalam kelompok usia U-14 dan U-16 tengah bersaing ketat demi memperebutkan tiket menuju putaran nasional di Jakarta.

“Batam hampir setiap tahun mengirimkan wakilnya ke tingkat nasional. Ini membuktikan bahwa daerah kita adalah lumbung talenta muda yang potensial di wilayah barat Indonesia,” tegas Yulisman.

Ali Akbar memaknai peran barunya ini bukan sekadar tanggung jawab manajerial, melainkan sebuah ruang pengabdian untuk membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.

“Liga TopSkor harus menjadi wadah yang melahirkan pemain muda yang tidak hanya siap bertanding, tetapi juga siap berkembang secara mental dan karakter. Kita perlu membangun ekosistem yang sehat melalui kolaborasi antara penyelenggara, pelatih, dan Sekolah Sepak Bola (SSB),” ujar Ali Akbar.

Perjalanan Liga TopSkor di Batam menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Meski sempat terkendala pendanaan pada 2023, momentum kebangkitan terlihat nyata pada 2025. Saat itu, Batam sukses mengirimkan tiga wakil sekaligus ke pentas nasional, yakni Marbella Academy (U-12), GBC FC (U-14), dan DY FC (U-16).

Pada musim 2026 ini, bara persaingan tetap terjaga dengan kehadiran tim-tim tangguh seperti Bermuda FA, Bina Pratama, Kemuning Lion, hingga Citramas FC. Kehadiran Ali Akbar diharapkan mampu memastikan estafet pembinaan berjalan lebih terukur dan kompetitif.

Di bawah kepemimpinan baru ini, sepak bola usia dini di Batam bukan lagi sekadar permainan di lapangan hijau, melainkan sebuah harapan yang dirawat secara profesional demi melahirkan bintang-bintang masa depan Indonesia.