BATAMCLICK.COM: TKI Deportasi kembali menjadi perhatian saat 258 pekerja migran Indonesia dipulangkan dari Malaysia melalui Batam pada 11 Desember 2025. BP3MI Kepri bersama KJRI Johor Bahru mengoordinasikan seluruh proses pemulangan.
Kepala BP3MI Kepri, Iman Riyadi, menjelaskan bahwa para TKI deportasi tiba dalam tiga kelompok.
-
101 orang datang melalui Pelabuhan Pasir Gudang.
-
157 orang datang melalui Pelabuhan Stulang Laut, Johor Bahru.
Seluruhnya tiba di Pelabuhan Batam Centre sebelum dibawa ke shelter P4MI untuk proses lanjutan.
Pendataan dan Pemeriksaan Mendalam
Iman menyebut BP3MI masih melakukan pendataan lengkap untuk memastikan identitas, jenis kelamin, kelompok usia, serta alasan pemulangan.
Pendataan diperlukan untuk melihat apakah terdapat indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Jika kami menemukan indikasi TPPO, kami akan berkoordinasi dengan Polda Kepri,” tegas Iman.
Keterangan KJRI Johor Bahru
KJRI menjelaskan:
-
101 TKI pulang melalui Program Mandiri (Program M) yang dibiayai Pemerintah Malaysia.
-
150 TKI pulang dengan biaya sendiri.
-
7 TKI merupakan korban kecelakaan kapal di perbatasan Batam–Malaysia.
Layanan Kemanusiaan: Kesehatan dan Trauma Healing
Selain pendataan, para TKI deportasi menerima pemeriksaan kesehatan dan layanan pemulihan trauma.
“Mereka baru keluar dari rumah detensi. Secara fisik dan psikis pasti tertekan,” jelas Iman.
Satu TKI dipulangkan dalam kondisi sakit akibat alergi obat.
Peningkatan Jumlah Deportasi
Pemulangan ini menjadi yang pertama pada Desember 2025.
Sepanjang Januari–November 2025, 5.524 TKI dideportasi, meningkat dari 4.709 orang pada 2024.
Sementara itu, jumlah TKI yang direpatriasi tahun ini menurun menjadi 151 orang, dibanding 279 orang pada 2024.









