Lima kasus baru kanker serviks pada 2025 membuka mata Pemkab Natuna untuk terus mengedukasi dan mengajak perempuan memanfaatkan pemeriksaan IVA gratis demi keselamatan nyawa mereka.
Kanker serviks kembali menjadi momok menakutkan bagi perempuan Natuna. Memasuki pertengahan tahun 2025, lima kasus baru terdeteksi, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna semakin serius dalam upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit mematikan ini.
Di tengah semilir angin laut dan kehidupan masyarakat pesisir yang bersahaja, penyakit ini datang diam-diam, menyasar para ibu dan perempuan usia subur. Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Hikmat Alfiansyah, pada Senin (14/7), menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong perempuan untuk menjalani pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), yang kini tersedia secara gratis di seluruh Puskesmas.
“Kami menyediakan layanan IVA secara gratis. Tolong manfaatkan ini sebaik mungkin. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini, sebelum penyakit berkembang menjadi lebih parah,” ujar Hikmat, penuh harap.
Layanan Kesehatan Gratis
Upaya ini bukan tanpa alasan. Pada tahun 2024, Natuna mencatat 11 kasus kanker serviks. Dan hingga Juli 2025, angka itu kembali bertambah dengan lima kasus baru. Fakta ini cukup mengkhawatirkan, mengingat kanker serviks merupakan penyebab kematian tertinggi kedua pada perempuan di Indonesia, setelah kanker payudara.
Tak hanya pemeriksaan IVA, Puskesmas juga rutin menyediakan layanan kesehatan lainnya secara gratis. Masyarakat bisa mengecek tekanan darah, gula darah, hingga mendapatkan konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan, baik di Puskesmas maupun di berbagai kegiatan lapangan.
Sabtu (19/7) lalu, Desa Cemaga menjadi saksi semangat kolaborasi antara Pemkab Natuna dan Pangkalan TNI AU Raden Sadjad dalam kegiatan Hari Bakti TNI AU. Keesokan harinya, Minggu (20/7), pantai Piwang yang biasanya ramai oleh tawa anak-anak, menjadi tempat edukasi kesehatan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK.
Pada dua kegiatan itu, para tenaga kesehatan tidak hanya memeriksa dan melayani, tetapi juga menyampaikan edukasi secara langsung. Mereka menjelaskan bagaimana cara mencegah, mengenali, dan mengobati penyakit yang umum menyerang masyarakat, terutama kanker serviks.
“Jangan tunggu sakit baru berobat. Lebih baik kita mencegah sejak awal. Karena begitu masuk stadium lanjut, pengobatannya akan jauh lebih sulit dan mahal,” ujar Hikmat dengan nada tegas namun hangat.









