Listrik di Kepri Akhirnya Menyala 24 Jam, Cahaya Harapan dari Pulau Terluar

Listrik di Kepri kini menyala penuh 24 jam
Listrik di Kepri kini menyala penuh 24 jam

Pemprov Kepri berhasil mewujudkan impian panjang menghadirkan listrik sepanjang hari di seluruh ibu kota kecamatan. Sebuah tonggak penting untuk pendidikan, ekonomi, dan pemerataan pembangunan.

Listrik di Kepri kini tak lagi padam di malam hari. Tepat pada 8 Juli 2025, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menuntaskan misi besar: menghadirkan pasokan listrik 24 jam di seluruh ibu kota kecamatan, termasuk di pulau-pulau terluar yang selama ini hanya menikmati penerangan sebagian waktu.

“Sekarang tak ada lagi ibu kota kecamatan di Kepri yang menyala paruh waktu,” ujar Gubernur Kepri Ansar Ahmad dengan bangga, di Tanjungpinang, Jumat.

Pernyataan itu bukan sekadar klaim. Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Desa Pulau Panjang, Kecamatan Pulau Panjang, Kabupaten Natuna, selama 1×24 jam menjadi bukti konkret dari janji pemerataan energi yang selama ini dinanti-nantikan masyarakat.

Energi yang Menyulut Harapan

Bagi Gubernur Ansar, listrik lebih dari sekadar cahaya. Ia adalah simbol hadirnya negara hingga ke pelosok. Ia percaya bahwa dengan listrik yang menyala tanpa henti, pelajar bisa belajar lebih nyaman di malam hari, pelaku UMKM bisa memperpanjang jam operasionalnya, dan masyarakat bisa menikmati layanan digital secara stabil.

“Ini adalah tonggak penting dalam pemerataan pembangunan di Kepri. Untuk pertama kalinya, seluruh ibu kota (52 kecamatan) kini menikmati listrik 24 jam tanpa jeda,” tegas Ansar.

Ia menggarisbawahi bahwa terang yang hadir hingga ke pulau-pulau kecil bukan hanya menandakan pembangunan, tetapi juga menyulut semangat untuk maju bersama.

Cahaya untuk Pendidikan, Ekonomi, dan Rasa Aman

Hadirnya listrik selama 24 jam telah membawa perubahan nyata. Pelajar bisa belajar tanpa khawatir listrik padam. Warga bisa beraktivitas lebih produktif di malam hari. Lingkungan pun terasa lebih aman karena lampu jalan dan penerangan rumah terus menyala.

Kepala Dinas ESDM Kepri, M. Darwin, menceritakan bagaimana sebelum program ini berjalan, warga Pulau Panjang hanya menikmati listrik selama 14 jam per hari. Dampaknya terasa luas, mulai dari terbatasnya waktu belajar hingga terganggunya pelayanan publik.

“Kini dengan pasokan listrik yang menyala sepanjang hari, kehidupan warga menjadi jauh lebih produktif dan stabil,” jelas Darwin.

13 Lokasi Baru Menyala Sepanjang Hari

Pada 2025, Pemprov Kepri bersama PLN berhasil meningkatkan jam nyala listrik menjadi 24 jam di 13 lokasi. Sebanyak 11 di antaranya merupakan ibu kota kecamatan yang sebelumnya belum terjangkau layanan penuh. Sementara dua lainnya adalah Pulau Pemping di Kota Batam dan Numbing di Kabupaten Bintan.

“Dengan selesainya pengoperasian PLTD Pulau Panjang, tak ada lagi ibu kota kecamatan di Kepri yang gelap pada malam hari,” ujar Darwin.

Pemerataan Energi, Pemerataan Harapan

Gubernur Ansar menutup pesannya dengan harapan yang kuat: bahwa listrik tidak hanya hadir sebagai penerang, tetapi juga sebagai pemicu keadilan sosial.

“Pemprov terus berkomitmen memastikan setiap wilayah, sekecil dan sejauh apa pun, tetap mendapat perhatian yang sama. Kita ingin listrik tidak hanya menjadi penerang, tapi juga penanda kemajuan,” ucapnya mantap.

Kini, listrik di Kepri bukan sekadar aliran daya—ia menjadi aliran semangat, pemerataan, dan harapan bagi seluruh warga.

Penulis: Kantor Berita AntaraEditor: papi dedy