BATAMCLICK.COM: Pipa Gas Natuna-Batam akhirnya memasuki babak baru setelah PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama pemerintah resmi memulai pembangunan ruas West Natuna Transportation System (WNTS)–Pulau Pemping, Selasa (10/2). Proyek strategis ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan langkah nyata memperkuat pasokan energi primer pembangkit listrik di Batam dan sekitarnya.
PLN EPI membangun pipa offshore sepanjang 3,2 kilometer dan pipa onshore sepanjang 1,3 kilometer. Selain itu, PLN EPI juga membangun Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping agar penyaluran gas berjalan aman, stabil, dan berkelanjutan.
Sinergi Nasional Percepat Realisasi Proyek

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menegaskan bahwa proyek ini lahir dari tindak lanjut Tie-in Agreement (TIA) antara PLN EPI dan operator West Natuna Group. Ia menekankan bahwa proyek ini memiliki arti strategis karena mendorong pemanfaatan gas bumi domestik secara optimal.
Djoko menjelaskan bahwa pihaknya berhasil mengatasi isu unlimited liabilities menjadi limited liabilities sehingga proyek dapat berjalan. Selain itu, SKK Migas juga mendorong KKKS di Natuna untuk menanggung premi asuransi bersama PLN EPI agar pembangunan pipa segera terealisasi.
Motor Pertumbuhan Industri dan Data Center
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyatakan bahwa Pipa Gas Natuna-Batam akan memperkuat sektor kelistrikan sekaligus mendorong pertumbuhan industri dan data center di Batam. Ia menilai pipa ini menjadi urat nadi ketahanan energi wilayah dan sejalan dengan arahan Presiden untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Batam hingga 9,5–10 persen.
Menurutnya, proyek ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.
Fondasi Listrik Andal dan Efisien

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo menegaskan bahwa ORF Pulau Pemping akan menjadi titik krusial rantai pasok gas bumi. Ia memastikan proyek ini memperkuat keandalan pembangkit sekaligus mempercepat transisi energi nasional.
Sementara itu, Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari penugasan Menteri ESDM kepada PLN EPI pada 31 Januari 2025. Pemerintah juga menetapkan alokasi gas dari Wilayah Kerja Duyung sebesar 111 BBTUD untuk periode 2027–2037 melalui Perjanjian Jual Beli Gas yang ditandatangani pada 11 Juli 2025.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menargetkan Commercial Operation Date (COD) pada Juli 2026. Ia memastikan seluruh proses tetap mengedepankan keselamatan, kualitas, dan kepatuhan regulasi.
Dengan demikian, Pipa Gas Natuna-Batam tidak hanya mengalirkan gas, tetapi juga mengalirkan harapan baru bagi industri, investasi, dan ketahanan energi Indonesia.








