Menteri Kehutanan Diagendakan Hadiri Penanaman Mangrove KJK di Bintan

Ketua Umum KJK Ady Indra Pawennari (kiri) bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, Jumat (30/1/2026).
Ketua Umum KJK Ady Indra Pawennari (kiri) bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, Jumat (30/1/2026).

BATAMCLICK.COM: Penanaman Mangrove HPN 2026 Bintan yang digagas Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) tidak hanya menggema di tingkat nasional, tetapi juga menarik perhatian internasional. Bahkan, delegasi pecinta mangrove dari Jepang memastikan kehadiran mereka dalam kegiatan yang akan berlangsung di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, yang mengusung semangat kolaborasi antara insan pers, pemerintah, komunitas, dan mitra global.

Delegasi Jepang dan Pejabat Negara Hadir Langsung

Aksi penanaman mangrove tersebut akan berlangsung di Kampung Sungai Tiram, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, pada Minggu (8/2/2026). Selain delegasi Jepang, Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni dipastikan hadir. KJK juga mengundang Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto.

Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima konfirmasi resmi dari delegasi Jepang. Ia menilai kehadiran tersebut sebagai simbol meningkatnya kepedulian global terhadap pelestarian ekosistem pesisir Indonesia.

“Alhamdulillah, delegasi pecinta mangrove dari Jepang sudah mengonfirmasi kehadiran. Menteri Kehutanan dan Ketua Komisi IV DPR RI juga belum ada perubahan agenda,” ujar Ady, Jumat (30/1/2026).

Sejalan Program Nasional Rehabilitasi Mangrove

Ady menjelaskan, kegiatan Penanaman Mangrove HPN 2026 Bintan selaras dengan program nasional Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang diinisiasi Kementerian Kehutanan. Program ini menekankan rehabilitasi mangrove berbasis komunitas sebagai langkah menghadapi kerusakan ekosistem pesisir.

Ia menambahkan, dukungan langsung Menteri Kehutanan memperkuat peran komunitas, termasuk insan pers, dalam menjaga lingkungan.

Mangrove, Pilar Ketahanan Pesisir

Mangrove berfungsi menahan abrasi, menjaga garis pantai, serta menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar. Selain itu, mangrove menopang kehidupan biota laut yang menjadi tulang punggung sektor perikanan dan pariwisata bahari.

KJK menilai, kolaborasi lintas sektor dan lintas negara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan pelestarian mangrove sebagai fondasi pembangunan pesisir berkelanjutan.***