Cek Kesehatan Gratis di Tanjungpinang, Harapan Baru untuk Hidup Sehat Warga Kota

Cek Kesehatan Gratis di Tanjungpinang
Cek Kesehatan Gratis di Tanjungpinang

Baru 2.000 dari 138 ribu warga memanfaatkan program pemeriksaan gratis—Pemkot terus menggenjot partisipasi masyarakat demi cegah penyakit kronis sejak dini

Cek Kesehatan Gratis di Tanjungpinang bukan sekadar program biasa. Di balik layanan ini, tersimpan harapan besar: agar warga hidup lebih sehat dan sadar pentingnya deteksi dini penyakit. Sejak diluncurkan awal tahun 2025, program ini baru menyentuh sekitar 2.000 warga dari target ambisius sebanyak 138 ribu jiwa—atau sekitar 60 persen dari total penduduk Kota Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, menyebutkan bahwa angka itu masih tergolong rendah. Padahal, dengan total penduduk mencapai 230 ribu orang, pihaknya membutuhkan partisipasi masyarakat sangat tinggi, agar tujuan mulia program ini benar-benar tercapai.

“Nah, dari target 138 ribu warga itu, baru sekitar 2.000 yang datang periksa. Artinya, partisipasi masih rendah dan harus terus kita genjot,” ujar Rustam, Minggu (6/7/2025) siang.

Menyentuh Mereka yang Diam-diam Membutuhkan

Rustam menuturkan bahwa mayoritas warga yang memanfaatkan layanan ini merupakan kelompok usia dewasa. Dari hasil pemeriksaan, penyakit yang paling banyak adalah penyakit gula dan hipertensi—dua jenis penyakit yang sering tidak bergejala, tapi sangat berisiko jika tidak cepat menanganinya.

“Banyak warga yang datang dan ternyata sudah punya gejala penyakit gula atau tekanan darah tinggi. Jadi ini penting sekali untuk diketahui lebih awal,” ungkapnya.

Saat ini, delapan puskesmas di seluruh wilayah Tanjungpinang siap melayani pemeriksaan gratis setiap hari. Setiap puskesmas rata-rata mampu melayani hingga 30 orang per hari. Namun tantangannya bukan soal kesiapan fasilitas, melainkan bagaimana menjangkau masyarakat yang belum tahu atau belum paham cara mengakses layanan ini.

Teknologi Jadi Tantangan Baru

Untuk mengikuti chek kesehatan gratis, warga terlebih dahulu harus melakukan skrining awal melalui aplikasi “Satu Sehat”. Di sinilah tantangan mulai muncul.

“Banyak yang belum tahu cara isi data di aplikasi. Apalagi tahap skrining awalnya cukup banyak yang harus diisi,” kata Rustam. Meski begitu, ia menegaskan warga tetap bisa langsung datang ke puskesmas, karena petugas siap membantu proses pendaftaran hingga pemeriksaan selesai.

Seruan dari Pemerintah, Akses untuk Semua

Pemkot Tanjungpinang juga tidak tinggal diam. Melalui surat edaran Wali Kota, seluruh organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, badan usaha, hingga ke tingkat lurah dan camat wajib menyebarkan informasi ini ke warga.

Rustam menekankan pentingnya memiliki BPJS Kesehatan, sebab jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang perlu penanganan lanjutan, maka pihaknya akan merujuk ke rumah sakit. BPJS menjadi kunci untuk mendapatkan layanan lanjutan tanpa hambatan.

“Chek kesehatan gratis ini pintu awal untuk hidup sehat. Tapi jika menemukan penyakit serius, tindak lanjutnya harus cepat dan terjamin,” ujarnya.