Pemko Batam Hadir untuk yang Kecil, Modal Tanpa Bunga, Harapan Tanpa Batas untuk UMKM

AVP External Communication PT Telkom Indonesia (Persero), Sabri Rasyid (dua dari kiri) memberikan pembinaan tentang teknologi AI di Rumah UMKM Telkom Batam kepada para pelaku UMKM.
AVP External Communication PT Telkom Indonesia (Persero), Sabri Rasyid (dua dari kiri) memberikan pembinaan tentang teknologi AI di Rumah UMKM Telkom Batam kepada para pelaku UMKM.

BATAMCLICK.COM: Bagi para pelaku usaha kecil di sudut-sudut Kota Batam, mimpi untuk mengembangkan usaha kadang harus kandas di hadapan tembok birokrasi dan persyaratan perbankan yang rumit. Tapi kini, secercah harapan datang dari Pemerintah Kota Batam yang menghadirkan program pinjaman modal tanpa bunga, tanpa agunan, khusus untuk mereka yang berjuang dari bawah.

Program yang akan diluncurkan pada Rabu pekan ini ini bukan sekadar janji, melainkan solusi nyata yang dirancang dengan hati. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam, Hendri Arulan, menyebut program ini sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap pelaku UMKM.

“Sudah ada sekitar enam hingga delapan pelaku usaha yang siap hadir di peluncuran nanti,” ujar Hendri, Senin (di Batam).

Program ini merupakan prioritas keempat dari agenda Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Setelah melalui serangkaian koordinasi intensif, akhirnya Pemko Batam menggandeng Bank BTN untuk menyediakan skema pinjaman modal hingga Rp20 juta—tanpa bunga, tanpa jaminan.

“Ini untuk dua ribu pelaku usaha mikro yang betul-betul butuh. Mereka cukup punya KTP Batam, NIB, dan usaha yang berdomisili di Kota Batam,” tambah Hendri.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, tak ingin warganya terus terhambat dalam mengakses permodalan. Ia paham, tak semua pelaku UMKM punya aset untuk dijaminkan, namun semangat mereka tak pernah surut.

“Kalau bisa dua ribu yang terbantu, alhamdulillah. Tapi kalau lebih, itu lebih baik lagi. Yang penting, akses permodalan ini bisa menjangkau yang benar-benar membutuhkan,” kata Amsakar penuh harap.

Dengan tidak adanya bunga dan agunan, program ini menjadi angin segar yang sangat dibutuhkan pelaku usaha mikro. Ini bukan hanya soal uang, tapi soal membuka kesempatan—kesempatan untuk bertumbuh, berkembang, dan membawa perubahan bagi keluarga dan lingkungan mereka.

Sumber: Antara