Batamclick.com
Kementerian Sosial (Kemensos) RI memblokir rekening 300 penerima bantuan sosial di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) karena terindikasi bermain judi online atau judol.
“Pemblokiran dilakukan langsung Kemensos, karena rekening ratusan penerima bantuan itu diduga dipakai untuk transaksi judol,” kata Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Kepri Irwanto di Tanjungpinang, Minggu.
Irwanto menyebut data 300 penerima bantuan yang diblokir pemerintah itu diperoleh dari hasil pertemuan Dinsos Kepri dengan Dinsos kabupaten/kota setempat.
Menurutnya, penerima bantuan yang terdeteksi terlibat judol secara otomatis rekeningnya diblokir melalui sistem dan tidak berhak menerima bantuan sosial pada periode berikutnya.
“Namun jika ada kesalahan identifikasi atau penerima merasa tidak terlibat judol, bisa mengajukan sanggahan melalui Dinsos kabupaten/kota masing-masing,” ungkapnya.
Irwanto melanjutkan Dinsos Kepri gencar melakukan sosialisasi kepada penerima manfaat bantuan sosial mengenai risiko dan sanksi terhadap penggunaan bantuan untuk aktivitas yang melanggar etika, termasuk judol.
Pihaknya menyoroti sejumlah penerima memanfaatkan bantuan pemerintah yang bermain judol dibanding memenuhi hajat hidup. “Ini bukan hanya masalah bantuan, tapi menyangkut etika dan kebiasaan. Banyak penerima terjerat judol karena faktor ketagihan, bukan kebutuhan,” ucap Irwanto.
Berdasarkan data Dinsos Kepri, terdapat 48.917 keluarga tersebar di tujuh kabupaten/kota se-Kepri yang menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kemensos.
Rinciannya yaitu di Kabupaten Bintan sebanyak 4.432 keluarga, lalu Kabupaten Karimun 6.532 keluarga, Kabupaten Anambas 1.204 keluarga, Kabupaten Lingga 5.132 keluarga, Kabupaten Natuna 1.962 keluarga, Kota Batam 24.456 keluarga, dan Tanjungpinang 5.217 keluarga.
Sementara untuk Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), antara lain di Bintan sebanyak 5.814 keluarga, Karimun 8.529 keluarga, Anambas 1.368 keluarga, Lingga 8.915 keluarga, Natuna 3.636 keluarga, Batam 28.870 keluarga, dan Tanjungpinang 6.363 keluarga.
Sumber : Antara








