Pesanan fiktif yang memicu “serbuan” ojek online ke dua kantor media di Kepri memantik keprihatinan mendalam. Forum CEO Media Kepulauan Riau bersuara lantang, menyerukan perlawanan terhadap ancaman kebebasan pers.
BATAMCLICK.COM: Kebebasan Pers Kepri kembali terusik. Pada Minggu pagi, 27 Juli, suasana damai di dua kantor media siber mendadak berubah menjadi “kepungan ratusan ojek online”. Mereka datang membawa segudang pertanyaan, memprotes pesanan fiktif yang tak mereka pahami sumbernya.
Dua media online, Batamnews dan Ulasan Network, menjadi sasaran. Pihak redaksi tak pernah memesan makanan atau barang. Namun, gelombang pengemudi datang silih berganti, memenuhi halaman kantor dan menciptakan tanda tanya besar.
Di tengah kebingungan dan tekanan itu, Forum CEO Media Kepulauan Riau angkat suara. Organisasi yang mewadahi para pemilik dan pendiri media siber di Kepri ini menyampaikan sikap tegas. Menyebut peristiwa itu sebagai bentuk nyata teror terhadap kebebasan pers.
7 Poin Solidaritas
Ketua Forum, Anwar Sadat Guna, menyampaikan tujuh poin pernyataan yang menyuarakan solidaritas sekaligus mendorong langkah-langkah nyata:
- Forum CEO mengecam keras tindakan teror ini, yang dinilai sebagai upaya pembungkaman media dan pelanggaran serius terhadap kemerdekaan pers.
- Forum ini mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut. Dan menangkap pelaku yang dengan sadar serta sengaja melancarkan aksi teror tersebut.
- Mereka juga mendorong Batamnews dan Ulasan Network untuk segera melaporkan kasus ini secara resmi agar mendapat perlindungan hukum. Sekaligus menegaskan pentingnya menjaga keselamatan jurnalis dan ruang kebebasan pers.
- Forum menyerukan kepada setiap pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan, agar menempuh jalur yang diatur dalam Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Yaitu melalui hak jawab, bukan dengan teror.
- Jurnalis di Kepri juga diminta tetap bekerja secara profesional, menjaga integritas, serta terus menjunjung tinggi etika jurnalistik.
- Forum CEO juga menyerukan pembentukan tim gabungan yang terdiri dari unsur media, kepolisian, organisasi wartawan (AJI dan PWI), serta aplikator ojek online untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh.
- Terakhir, Forum menuntut agar aplikator bersikap transparan, membuka data pelaku pesanan fiktif dan mempublikasikan hasil penelusuran agar kejadian serupa tak terjadi di kantor media lainnya di Indonesia.
“Ini bukan hanya serangan terhadap satu atau dua media. Ini adalah ancaman bagi seluruh insan pers di Indonesia,” tegas Anwar Sadat Guna dalam pernyataannya.
Forum Ceo Media Kepulauan Riau
Tentang Forum CEO Media Kepulauan Riau
Berdiri pada tahun 2020, Forum CEO Media Kepri merupakan aliansi dari pemilik dan pendiri media siber yang memiliki komitmen terhadap kebebasan pers dan profesionalisme jurnalistik. Anggotanya antara lain: WartaKepri.co.id, BatamClick.com, Kabarbatam.com, Mediakepri.co.id, Barakata.com, Ariranews.com, Batamramah.com, Begini.id, WartaSiber.com, Btm.co.id, dan Insightkepri.com.
Forum ini menjadi suara kolektif untuk membela kepentingan pers dan mendorong praktik jurnalistik yang sehat. Pada era yang semakin kompleks.
Jabat erat,
Forum CEO Media Kepulauan Riau
Anwar Sadat Guna
Ketua









