Batamclick.com: Peralihan siaran analog ke siaran digital di Indonesia dinilai lamban dari negara lainnya. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate berkomitmen akan menuntaskan migrasi ke TV digital sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Lapangan Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021.
“Jadi tidak perlu khawatir, meskipun kita (Indonesia) ketinggalan. Kita tetap berkomitmen, sesuai PP 46, pemerintah bersama penyelenggara MUX akan membantu penyediaan Set Top Box (STB) untuk masyarakat miskin,” tegasnya, Jumat (24/6/2022) kemarin saat di Batam.
Ia mengakui, bahwa seluruh negara saat ini telah beralih dari siaran analog ke siaran digital. Menurutnya, ketinggalan Indonesia belum beralih disebabkan banyak hal. Katanya, migrasi ini merupakan salah satu wujud transformasi digital dalam ruang lingkup tata kelola penyiaran Indonesia.
Menkominfo menyebutkan, ada tujuh lembaga penyiaran pengelola MUX yang terikat komitmen untuk menyediakan STB bagu rumah tangga miskin. Antara lain, MCN Group (Global TV dan RCTI), SCM Group (SCTV dan INDOSIAR), Media Group (Metro TV), Nusantara TV, Rajawali TV, Viva Group ( TVONE dan ANTV), dan Trans Media (Trans TV dan Trans7)
“Artinya, kualitas gambar akan lebih jernih dibandingkan menggunakan TV analog. Jadi kita imbau seluruh warga Indonesia segera beralih ke siaran digital, bagi yang mampu dianjurkan membeli secara mandiri,” pesan Johnny.
Beberapa hari lalu, Plt Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ismail memaparkan, bahwa latar belakang migrasi TV analog ke digital adalah komitment internasional. Di mana spektrum frekuensi 700 MHz yang digunakan TV analog sebagian dipakai untuk layanan internet, sesuai hasil kesepakatan forum Word Radiocommunication Conferences (WRC) International Telecommunication Union (ITU) tahun 2007 di Geneva Switzerland.
Kemudian, adanya komitmen negara-negara ASEAN termasuk Indonesia untuk menyelesaikan migrasi TV analog ke digital sampai tahun 2020 melalui sidang ASEAN Digital Broadcasting di Yogyakarta tahun 2014. Selanjutnya, kesepakatan dengan negara-negara tetangga untuk tidak saling mengganggu spektrum frekuensi dengan menghentikan siaran TV analog.
“Terakhir, kita (Indonesia) negara yang terlambat dalam migrasi TV analog ke digital. Negara seperti Jerman, Jepang, AS, Tiongkok, Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam, mereka sudah selesai beralih ke digital,” beber Ismail. (Bibi)








