1.500 Vespa Bakal Kepung Engku Putri, Panitia Bidik Rekor MURI

BATAMCLICK — Ribuan penggemar Vespa dari berbagai daerah di Kepulauan Riau akan berkumpul di Alun-Alun Engku Putri, Batam Center, pada 15 November 2026. Dalam Silaturahmi Akbar Vespa se-Kepri itu, panitia menargetkan 1.000 hingga 1.500 skuter membentuk lingkaran besar mengelilingi kawasan Engku Putri hingga Bank Indonesia. Mereka juga berencana mengajukan kegiatan tersebut untuk dicatatkan dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Ketua Panitia Pengarah Silaturahmi Akbar Vespa se-Kepri, Santoso, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpulnya komunitas skuter. Panitia ingin menjadikannya ruang silaturahmi lintas klub sekaligus sarana menyampaikan pesan keselamatan berkendara, persatuan, dan kepedulian terhadap keamanan daerah.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta, maupun klub-klub Vespa di Kepulauan Riau,” kata Santoso.

Panitia menyiapkan sejumlah agenda, mulai dari permainan bersama, adu keterampilan berkendara, hingga sosialisasi keselamatan berkendara atau safety riding. Mereka juga menggelar kegiatan bertajuk Riding Pahlawan untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan.

Dalam agenda tersebut, peserta akan mengheningkan cipta dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, rombongan Vespa akan bergerak mengelilingi kawasan Engku Putri. Panitia berharap ribuan skuter yang memenuhi jalur tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan.

“Tujuan kami menghadirkan kegiatan positif yang juga bisa menjadi daya tarik pariwisata Kepulauan Riau,” ujar Santoso.

Deklarasi Kamtibmas dan Kampanye Antinarkoba

Rangkaian acara tidak berhenti pada kegiatan otomotif. Pada malam hari, panitia menjadwalkan sosialisasi antinarkoba dan deklarasi untuk menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat atau kamtibmas.

Santoso mengatakan panitia ingin menjadikan komunitas Vespa sebagai bagian dari upaya menjaga suasana Batam dan Kepulauan Riau tetap aman dan kondusif. Menurut dia, stabilitas keamanan juga penting untuk mempertahankan kepercayaan investor terhadap daerah tersebut.

Panitia turut merencanakan kehadiran band nasional sebagai hiburan penutup. Selain itu, peserta berkesempatan mendapatkan sejumlah hadiah melalui undian, termasuk dua unit Vespa matik, satu unit Vespa dua tak, dan dua tiket umrah.

Santoso menyebut rangkaian kegiatan tersebut sebagai simbol kolaborasi antarpemangku kepentingan di Kepulauan Riau. Panitia juga merencanakan keterlibatan sejumlah pemangku kebijakan dalam kegiatan Riding Pahlawan.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan persatuan,” katanya.

Terbuka untuk Semua Pemilik Vespa

Panitia memperkirakan peserta datang dari Batam, Tanjungpinang, dan Kabupaten Karimun. Sejumlah pemilik Vespa dari Kabupaten Lingga juga dikabarkan berencana hadir. Panitia tetap membuka kesempatan bagi peserta dari Natuna dan Kepulauan Anambas yang ingin bergabung.

Acara ini terbuka bagi seluruh pemilik Vespa, baik anggota klub maupun peserta independen. Panitia juga menerima Vespa modifikasi, selama kendaraan tersebut tidak termasuk kategori yang mereka sebut sebagai “Vespa sampah”.

Santoso menjelaskan, istilah tersebut merujuk pada Vespa yang dimodifikasi dengan tambahan berbagai barang bekas atau sampah, seperti botol plastik dan kemasan air mineral. Panitia berencana melarang kendaraan dengan bentuk modifikasi seperti itu mengikuti kegiatan.

Untuk mengikuti acara, peserta perlu mendaftar dengan biaya Rp180.000. Biaya tersebut mencakup kaus kegiatan, kupon makan, kupon undian hadiah, sertifikat, dan plakat.

Calon peserta dapat memperoleh informasi pendaftaran melalui tautan atau kode QR yang akan disebarkan panitia. Mereka juga bisa menghubungi layanan informasi di nomor 08137256655.

Melalui pertemuan lintas klub ini, panitia berharap komunitas Vespa tidak hanya dikenal karena kecintaan terhadap kendaraan klasik, tetapi juga karena kontribusinya dalam membangun kebersamaan, mengampanyekan keselamatan berkendara, dan menjaga kondusivitas daerah.(bos)