Di Balik Pembangunan Batam, Harapan Warga Terus Diperjuangkan Walikota Batam

BATAMCLICK – Kepedulian pemerintah terkadang terlihat dari hal-hal sederhana. Seorang anak yang akhirnya mendapat kesempatan bersekolah, keluhan warga yang tidak berhenti sebagai unggahan di media sosial, hingga anak muda yang memperoleh ruang untuk mengembangkan bakatnya. Di Batam, berbagai persoalan dan harapan itu menjadi bagian dari pekerjaan rumah Pemerintah Kota Batam sepanjang 2026.

Bagi Wali Kota Batam Amsakar Achmad, pembangunan kota tidak cukup diukur melalui gedung, jalan, investasi, atau angka pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan mendasar. Pendidikan, pelayanan air bersih, penanganan banjir, pengelolaan sampah, hingga pembinaan generasi muda menjadi bagian dari tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan.

Salah satu gambaran paling nyata terlihat pada Selasa, 3 November 2026. Amsakar mendatangi sebuah keluarga di kawasan Bengkong Sadai setelah menerima laporan masyarakat melalui media sosial. Laporan itu menyebutkan tiga anak berusia 5, 7, dan 8 tahun belum mengenyam pendidikan.

Di rumah tersebut, Amsakar menemui Anton Hasibuan, ayah ketiga anak itu. Ia berbincang langsung untuk mengetahui keadaan keluarga sekaligus mencari tahu penyebab anak-anak tersebut belum bersekolah.

Kunjungan itu bukan sekadar respons terhadap sebuah laporan. Amsakar ingin memastikan ketiga anak tersebut memperoleh hak pendidikan sebagaimana anak-anak lainnya.

Pemerintah Kota Batam kemudian menyiapkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mendata kebutuhan mereka, memeriksa kemungkinan kendala administrasi, serta menentukan satuan pendidikan yang sesuai dengan usia dan kesiapan masing-masing anak.

Peristiwa di Bengkong Sadai memperlihatkan bahwa pembangunan manusia tidak selalu dimulai dari proyek besar. Terkadang, langkah pertama justru berupa kunjungan ke rumah warga untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari kesempatan belajar.

Komitmen itu sejalan dengan berbagai program pendidikan yang dikembangkan pemerintah kota. Saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Tzu Chi School Batam di Tanjung Uma, Lubuk Baja, pada 31 Oktober 2026, Amsakar kembali menegaskan pentingnya investasi pendidikan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global.

Pemko Batam telah menyalurkan beasiswa kepada 48 anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pemerintah juga memberikan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, untuk meringankan beban keluarga.

Upaya memperluas akses pendidikan turut diarahkan melalui rencana pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Kecamatan Galang. Sekolah tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 18,5 hektare melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

Amsakar memandang posisi Batam yang berdekatan dengan negara-negara tetangga sebagai peluang sekaligus tantangan. Generasi muda daerah ini harus memiliki wawasan luas dan kemampuan yang memadai untuk menghadapi persaingan internasional.

Pelayanan Publik yang Tak Boleh Berhenti pada Keluhan

Pendidikan bukan satu-satunya persoalan yang membutuhkan perhatian. Warga Batam juga masih menghadapi persoalan pelayanan air bersih, banjir, dan sampah. Ketiga masalah tersebut bahkan menjadi perhatian khusus Amsakar ketika memimpin apel gabungan Pemko Batam dan BP Batam di Dataran Engku Putri, Senin, 2 November 2026.

Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah, deputi, dan direktur memperkuat koordinasi untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut. Camat dan lurah, sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, mendapat perhatian khusus.

Amsakar mengingatkan agar setiap keluhan warga tidak sekadar diteruskan dari satu meja ke meja lain. Aparatur harus turun tangan dan memastikan ada langkah penyelesaian.

Bagi pemerintah kota, kecepatan merespons persoalan masyarakat harus berjalan beriringan dengan kemampuan menjalankan program pembangunan. Karena itu, Amsakar juga meminta jajarannya mempercepat realisasi anggaran menjelang akhir tahun 2026.

Memasuki November, ia tidak ingin program yang sudah direncanakan justru menumpuk menjelang penutupan tahun anggaran. Pimpinan OPD diminta mengawasi langsung pelaksanaan kegiatan, mengoptimalkan pendapatan daerah, serta menjaga kedisiplinan dan integritas aparatur.

Pesannya cukup jelas: anggaran pemerintah harus memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar tercatat sebagai angka dalam laporan keuangan.

Dalam menjalankan agenda tersebut, Amsakar juga mengajak insan pers mengambil bagian dalam pembangunan. Ajakan itu disampaikan saat membuka Rakernas III Pro Jurnalismedia Siber (PJS) 2026 bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Batam, Rabu, 4 November 2026.

Ia menilai pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat, sekaligus mengawasi kebijakan pemerintah. Kritik tetap diperlukan, tetapi harus berangkat dari fakta dan mengikuti kaidah jurnalistik.

Sinergi pemerintah dan media, menurut Amsakar, diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai berbagai persoalan sekaligus perkembangan pembangunan daerah.

Memberi Ruang bagi Anak Muda untuk Berprestasi

Perhatian terhadap masa depan warga Batam juga terlihat dari dukungan pemerintah terhadap kegiatan olahraga dan seni. Bagi pemerintah kota, pembangunan manusia tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Lapangan olahraga dan panggung pertunjukan juga menjadi tempat generasi muda mengasah kemampuan.

Pada pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri VI 2026 di Tanjungpinang, Minggu, 1 November 2026, Amsakar memberikan dukungan langsung kepada kontingen Batam.

Sebanyak lebih dari 440 atlet memperkuat kontingen yang berjumlah sekitar 600 orang. Batam mengikuti seluruh 30 cabang olahraga dengan target sedikitnya 150 medali emas.

Target itu bukan tanpa alasan. Batam ingin mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih secara berturut-turut sejak 2006.

Hingga hari pertama pertandingan, kontingen Batam telah mengumpulkan sembilan medali emas, 11 perak, dan satu perunggu. Perolehan tersebut menjadi modal awal untuk melanjutkan perjuangan hingga penutupan kejuaraan pada 8 November.

Dukungan serupa diberikan kepada Bahana Barelang Drum Corps (BBDC). Pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026, Amsakar melepas keberangkatan kelompok marching band tersebut melalui konser pamit di Dataran Engku Putri.

Sebanyak 136 orang, termasuk 127 anggota dan unsur pendukung, disiapkan untuk mengikuti Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X 2026 di Yogyakarta.

BBDC akan mengikuti tiga kategori perlombaan, yakni Street Parade, Concert Music, dan Marching Show. Dalam kategori Street Parade, mereka membawa pertunjukan bertajuk Nazam Berkasih yang mengangkat kekayaan budaya Melayu.

Keikutsertaan itu bukan hanya tentang mengejar gelar juara. BBDC juga mendapat kesempatan memperkenalkan seni dan budaya daerah kepada masyarakat di luar Batam.

Pemerintah kota memandang dukungan terhadap kelompok seni tersebut sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif, khususnya seni pertunjukan. Ruang berkarya bagi generasi muda perlu terus dibuka agar bakat mereka tumbuh dan memperoleh apresiasi.

Merawat Kota, Menyiapkan Generasi

Berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan satu benang merah dalam agenda Pemerintah Kota Batam: pembangunan harus menyentuh kehidupan masyarakat sekaligus menyiapkan masa depan generasi berikutnya.

Dari anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan di Bengkong Sadai, siswa penerima seragam gratis, mahasiswa penerima beasiswa, hingga atlet dan seniman muda yang membawa nama daerah ke tingkat nasional, semuanya menjadi bagian dari wajah pembangunan manusia di Batam.

Namun, pekerjaan itu belum selesai. Persoalan air bersih, banjir, dan sampah masih membutuhkan penanganan serius. Percepatan program dan peningkatan kualitas pelayanan publik juga menuntut konsistensi seluruh aparatur.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya seberapa banyak program diluncurkan atau berapa besar anggaran dibelanjakan. Yang lebih penting ialah sejauh mana kebijakan tersebut menjawab kebutuhan warga.

Sebab, kota yang maju bukan semata-mata kota dengan pembangunan fisik yang megah. Kota yang maju adalah kota yang memastikan anak-anaknya memperoleh pendidikan, warganya mendapatkan pelayanan yang layak, dan generasi mudanya memiliki kesempatan untuk tumbuh serta berprestasi.(adv)