Konser Bisu Paling Ditunggu… (TAK TAHU MALU)

Pagi itu, jantung rimba mendadak heboh layaknya ada kampanye pemilihan Raja Hutan. Di tengah hutan yang rimbun, berdiri sebuah panggung megah lengkap dengan speaker raksasa bertumpuk-tumpuk yang suaranya bisa bikin burung emprit jantungan.

​Di atas panggung, seekor kera berwajah serius berdiri tegak sambil mencengkeram mikrofon erat-erat. Dengan gaya berapi-api, ia bersiap menyampaikan pidato penting tentang “Grand Design Kemajuan Rimba dan Kesejahteraan Bersama”.

​Tapi, kalau kita intip isi otaknya yang melayang dalam gelembung pikiran, visinya sama sekali tidak mulia. Di dalam kepalanya hanya berputar satu bayangan indah: setandan pisang segar pemberian belas kasihan dari Sang Raja Hutan! Ya, niat awalnya cuma satu—cari panggung biar dikasih sisa makanan gratis!

​“Ehem! Tes-tes! Wahai rakyat hutan sekalian, demi kemajuan…” teriak si Kera dengan penuh penghayatan.

​Belum sempat kalimatnya selesai, tragedi nasional pun terjadi. Seekor kera usil dari belakang panggung dengan tanpa dosanya mencabut colokan kabel speaker sambil tersenyum lebar. Akibatnya fatal: suara si orator mendadak hilang total, hanya menyisakan gerakan mulut komat-kamit mirip ikan mas koki kurang oksigen. Si kera pencabut kabel bahkan sempat meledek, “Pisang apaan?!”

​Melihat sang orator berteriak-teriak heboh tapi tidak ada suara yang keluar, seisi penonton rimba langsung kompak tertawa terbahak-bahak. Para rusa, babi hutan, kapibara, ular, hingga burung nuri tertawa sampai guling-guling di tanah. Puncaknya, si Kancil yang cerdik memegang perutnya sambil menunjuk ke panggung, tertawa paling kencang hingga air matanya keluar, “Hahahahaha! Gak ada suara! Nyaring bunyinya, kosong isinya!”

Cerita ini murni fiksi belaka, sekadar pengantar hari agar kalian makin semangat dan bahagia. Kalau ada kesamaan nama, karakter, atau kemiripan dengan kisah yang sedang dialami pembaca… aduh, kalian kok bisa begitu banget sih?