JOHOR BAHRU — Cinta yang direnggut, kesetiaan yang dikhianati, dan kekuasaan yang diperebutkan. Tiga perkara itu menjadi simpul cerita dalam Mentera Dendam Megat Putera, sebuah pementasan teater Melayu yang akan hadir di Auditorium Permata Sari, RTM Johor, pada 20–22 November 2026.
Di balik kisah kerajaan Inderapura, pementasan ini membawa penonton menyusuri pergulatan batin seorang pewaris takhta bernama Putera Megat. Kehilangan tunangannya, Puteri Ratnasari, menyeret sang putera ke dalam pusaran persoalan yang lebih besar daripada urusan cinta. Ada pengkhianatan, perebutan kuasa, dan dendam yang mengancam keutuhan kerajaan.
Naskah produksi Senjakala itu tidak hanya mengandalkan konflik sebagai kekuatan cerita. Persatuan Gerak Teater Tari Johor Bahru (GETARJB), bersama Yayasan JCorp dan Tourism Johor, juga berupaya menghadirkan kekayaan budaya Melayu melalui perpaduan drama, estetika tradisional, dan seni pertunjukan.
Busana pembesar Melayu dan Jawa menjadi salah satu unsur yang memperkuat suasana cerita. Pakaian tradisional tersebut bukan sekadar pelengkap visual, melainkan bagian dari upaya menghidupkan latar kerajaan dan memperlihatkan kekayaan warisan budaya yang menjadi napas pementasan.
Bagi GETARJB, pementasan ini sekaligus menjadi kelanjutan dari upaya membangun panggung teater Johor yang lebih diperhitungkan. Semangat itu tumbuh setelah kelompok seni tersebut menorehkan prestasi melalui naskah Teater Dalang.
Dalam Festival Teater Malaysia Zon Selatan 2026, GETARJB meraih gelar juara. Mereka juga membawa pulang empat penghargaan utama, yakni Pengarah Terbaik, Pelakon Lelaki Terbaik, Pelakon Perempuan Terbaik, dan Sinografi Terbaik.
Empat penghargaan itu menjadi bukti bahwa kelompok teater daerah memiliki kemampuan untuk bersaing melalui kekuatan gagasan, akting, penyutradaraan, dan tata artistik. Prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi para pelaku seni GETARJB untuk terus memperluas ruang bagi teater lokal.
Pementasan Mentera Dendam Megat Putera diperkenalkan melalui konferensi pers yang berlangsung di Novotel Hotel Johor Bahru, Jumat, 6 November 2026. Dalam kesempatan itu, penyelenggara memperkenalkan jajaran produksi, membagikan gambaran cerita, serta menyampaikan informasi mengenai jadwal pementasan.
Tiket pertunjukan tersedia dengan harga RM20 hingga RM45, bergantung pada kategori tempat duduk. Masyarakat yang ingin menyaksikan pementasan tersebut dapat melakukan pemesanan atau meminta informasi lebih lanjut melalui Lisa di nomor +6012-317 6768.
Melalui panggung ini, GETARJB tidak sekadar menghidupkan sebuah kisah tentang pewaris kerajaan yang kehilangan cintanya. Mereka juga membawa pesan bahwa teater tradisional masih memiliki ruang untuk tumbuh, beradaptasi, dan menjangkau penonton lintas generasi.
Sebab, di tengah perubahan zaman, panggung tetap menjadi tempat cerita lama menemukan kehidupan baru. Dan kali ini, kisah cinta, takhta, serta dendam Megat Putera akan kembali dipertemukan di hadapan penonton.***










