Dorong Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan, Wagub Kepri Buka Simposium Ilmiah POGI

Simposium POGI Kepri 2024 memperkuat kapasitas dokter kandungan dalam deteksi dini Penyakit Jantung Bawaan melalui ekokardiografi janin, menghadirkan ratusan peserta dan pakar internasional.

BATAMCLICK.COM: Penyakit Jantung Bawaan menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan ibu dan anak. Karena itu, POGI Kepri menghadirkan simposium ilmiah yang mempertemukan lebih dari 350 dokter kandungan. Ahli kardiologi janin, dan tenaga medis dari berbagai daerah serta luar negeri untuk memperkuat kemampuan deteksi dini melalui ekokardiografi janin.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, membuka simposium tersebut dan menyampaikan apresiasinya atas konsistensi POGI Kepri menyediakan forum ilmiah berkualitas. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan menjadi kunci untuk mewujudkan masyarakat Kepri yang sehat, unggul, dan siap menghadapi tantangan kedepan.

“Simposium ini tidak boleh hanya menjadi seremonial. Forum seperti ini harus memicu lahirnya layanan kesehatan ibu dan anak yang semakin maju,” ujar Nyanyang di Planet Holiday Hotel & Residence Batam, Minggu (23/11).

Kolaborasi Besar untuk Teknologi Kesehatan Ibu dan Anak

Acara pembukaan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari Pemerintah Kota Batam, Dinas Kesehatan Kepri, BKKBN, BPJS Kesehatan, BPOM hingga para direktur rumah sakit se-Kota Batam. Kolaborasi lintas instansi ini memperkuat ekosistem kesehatan yang terintegrasi.

Simposium bertema Inovasi Teknologi Kesehatan Ibu dan Anak ini memadukan sesi ilmiah dan workshop bertahap yang menekankan pentingnya USG Jantung Janin (Fetal Echocardiography). Teknologi ini memungkinkan deteksi kelainan seperti Tetralogy of Fallot, Sindrom Hipoplastik Jantung, dan berbagai gangguan irama bahkan sebelum bayi lahir.

Transfer Ilmu dari Pakar Nasional dan Internasional

Para narasumber dari Indonesia dan Malaysia memperkaya diskusi.
Di antaranya:

  • dr. Dhamaraja Narayan (Malaysia) – Anatomi Jantung & Thoraks
  • dr. Adhi Pribadi, Sp.OG., Subsp.KFm (Bandung) – Teknik USG dasar & kelainan mayor
  • dr. Alamsyah Aziz, Sp.OG., Subsp.KFm (Bandung) – Penilaian ritme jantung janin

Ketua POGI Kepri, dr. Yanuarman, Sp.OG., Subsp.KFm, menjelaskan bahwa Penyakit Jantung Bawaan masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatus. Namun kemajuan teknologi membuka peluang diagnosis jauh lebih dini.

“Deteksi dini melalui ekokardiografi janin sangat menentukan kualitas hidup bayi. Bahkan pada kasus tertentu, terapi dapat dilakukan sejak dalam kandungan,” ujarnya.

Simposium yang Menggerakkan Perubahan Nyata

Simposium ini memasukkan sesi makalah bebas, diskusi ilmiah, serta sesi Hands On untuk memperkuat keterampilan praktis peserta. Ini memastikan ilmu tidak hanya dipahami, tetapi dapat diterapkan di lapangan.

Ketua Panitia, dr. Erika, Sp.OG, melaporkan tingginya antusias peserta, mencapai 350 orang. Antusiasme tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran tenaga medis terhadap perkembangan teknologi obstetri.

Dalam penutupan, POGI Kepri menegaskan bahwa kegiatan ini bagian dari konsep Ilmu Pengetahuan Obstetri Ginekologi Utara (IBOGU), sebuah gerakan penyebaran teknologi terkini di wilayah utara Indonesia.

Ketua POGI menambahkan bahwa pemerataan dokter kandungan kini telah terjadi di seluruh kabupaten/kota di Kepri, memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan ibu dan anak yang aman, ramah, dan berkualitas.(kyy)