BATAMCLICK.COM: Membeli oleh-oleh mungkin sudah menjadi bagian wajib setiap perjalanan wisata. Namun di Mersing, Johor, Malaysia, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman yang lebih dari sekadar berbelanja. Di Keropok Haji Puteh, pengunjung diajak masuk ke dapur produksi dan ikut membuat sendiri lekor, makanan khas pesisir yang menjadi ikon kuliner Mersing.
Suasana ramai terlihat di pusat oleh-oleh legendaris tersebut. Wisatawan silih berganti datang membawa keranjang berisi kerupuk ikan, belacan, sate sotong, manisan, hingga berbagai camilan khas Mersing. Namun bukan hanya rak-rak oleh-oleh yang menjadi daya tarik utama.
Di bagian samping bangunan, pengalaman berbeda sudah menanti.
Masuk Dapur Produksi, Jadi Pembuat Lekor Sehari
Keropok Haji Puteh membuka kesempatan bagi wisatawan untuk melihat langsung proses pembuatan lekor dari dekat. Bahkan, pengunjung tidak hanya menjadi penonton. Mereka diperbolehkan ikut terlibat dalam setiap tahap pembuatannya.
Sebelum memasuki ruang produksi, wisatawan terlebih dahulu mengenakan perlengkapan kebersihan. Celemek dipasang, sarung tangan dikenakan, dan rambut ditutup dengan pelindung khusus. Setelah itu, mereka dipersilakan masuk ke area pengolahan.
Di sinilah keseruannya dimulai.
Peserta diajak menggiling adonan ikan segar yang menjadi bahan utama lekor. Setelah itu, mereka belajar membentuk adonan menjadi batang-batang panjang yang menjadi ciri khas makanan tradisional Melayu tersebut.
Meski terlihat mudah, ternyata membentuk adonan agar memiliki ukuran dan ketebalan yang sama membutuhkan ketelitian dan keterampilan tersendiri. Tak sedikit peserta yang tertawa melihat hasil buatannya yang masih jauh dari bentuk sempurna.
Dari Adonan hingga Siap Digoreng
Setelah adonan selesai dibentuk, wisatawan kembali diajak mengikuti proses berikutnya. Adonan direbus dalam air mendidih hingga matang, lalu dipindahkan ke bagian penggorengan.
Momen paling ditunggu tentu saat lekor hasil buatan sendiri akhirnya berubah warna menjadi keemasan dan siap disantap.
Aroma ikan yang khas langsung menggoda selera. Teksturnya yang kenyal berpadu dengan saus cabai khas Mersing menciptakan cita rasa yang sulit dilupakan.
Yang membuat pengalaman ini semakin berkesan, setiap peserta diperbolehkan membawa pulang hasil lekor yang mereka buat sendiri.
Pengalaman Sederhana yang Membekas
Kesempatan tersebut juga dirasakan rombongan Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepulauan Riau saat mengikuti FamTrip bersama media Johor dan Gaya Travel Magazine atas undangan Tourism Johor.
Bagi para peserta, aktivitas membuat lekor menjadi salah satu pengalaman paling menarik selama berada di Mersing. Aktivitas ini memang sederhana, namun menghadirkan pengalaman yang berbeda karena wisatawan bisa merasakan langsung bagaimana makanan khas daerah diproduksi.
Mereka tidak hanya mencicipi hasil akhirnya, tetapi juga memahami proses panjang yang harus dilalui sebelum lekor tersaji di meja makan.
Oleh-Oleh dan Atraksi Wisata dalam Satu Tempat
Keropok Haji Puteh sendiri bukan nama baru di Mersing. Usaha keluarga yang berdiri sejak tahun 1970 ini telah memasuki generasi ketiga dan menjadi salah satu pusat oleh-oleh paling terkenal di kawasan tersebut.
Setiap hari, sekitar 450 kilogram lekor diproduksi menggunakan 150 kilogram ikan selayang dan 300 kilogram tepung tapioka. Produksi tersebut dikerjakan oleh 10 karyawan yang menjaga kualitas resep warisan keluarga selama lebih dari setengah abad.
Namun di tengah banyaknya pilihan oleh-oleh yang tersedia, pengalaman membuat lekor secara langsung menjadi daya tarik yang membedakan Keropok Haji Puteh dari tempat lainnya.
Karena pada akhirnya, wisatawan tidak hanya membawa pulang makanan khas Mersing. Mereka juga membawa pulang cerita, pengalaman, dan kenangan yang sulit ditemukan di destinasi wisata biasa.(bos)



