RSUD Provinsi Kepri Kena Sidak, Ketua DPRD Temukan Ruang Panas dan Minim Dokter Spesialis

RSUD Provinsi Kepri Kena Sidak, Layanan Kesehatan Jadi Sorotan Dewan

RSUD Provinsi Kepri kena sidak oleh Ketua DPRD Kepulauan Riau, Iman Sutiawan. Ia datang tanpa pemberitahuan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang, Senin (tanggal), untuk memastikan kualitas layanan kesehatan benar-benar berjalan dengan baik.

“Sidak ini bentuk tanggung jawab kami dalam mengawasi pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan,” tegas Iman usai memantau langsung beberapa ruang dan fasilitas rumah sakit.

Kurang Dokter, Layanan Pasien Menumpuk

Dalam sidaknya, Iman menemukan kendala serius: kekurangan dokter, terutama di poliklinik jantung dan penyakit dalam. Ia khawatir kondisi ini memperlambat pelayanan dan berpengaruh terhadap kualitas perawatan pasien.

“Tenaga dokter spesialis sangat terbatas, sementara pasien terus bertambah setiap hari,” katanya prihatin.

Miskomunikasi Layanan BPJS, Sosialisasi Masih Kurang

Tak hanya soal tenaga medis, Iman juga menerima keluhan dari masyarakat terkait layanan BPJS. Banyak pasien masih bingung memahami alur dan prosedur layanan, meski pihak rumah sakit sudah menyebarkan informasi lewat media sosial.

“Saya harap RSUD dan BPJS bisa lebih aktif menyosialisasikan layanan ini, misalnya melalui pertemuan langsung di kelurahan atau kecamatan,” sarannya.

AC Masih Rusak, Ruangan Jadi Tidak Nyaman

Satu lagi yang jadi perhatian serius: suhu ruangan yang panas. AC di beberapa ruang pelayanan belum berfungsi optimal. Dari laporan manajemen rumah sakit, proses perbaikan AC Central sudah mencapai 70 persen.

“Kondisi cuaca sekarang sangat panas. Kalau AC tidak bekerja maksimal, pasien dan tenaga medis pasti tidak nyaman. Masalah ini harus cepat selesai,” tekan Iman.

RSUD Probinsi Kepri Kena Sidak, Alat Canggih tapi Ruangan Terbatas

Meski banyak kendala, Iman mengapresiasi fasilitas alat kesehatan yang tersedia di RSUD RAT. Bahkan, menurutnya, rumah sakit milik pemerintah provinsi ini memiliki peralatan yang lebih modern dibanding rumah sakit swasta besar seperti Awal Bros Batam.

“Sayangnya, ruangannya belum memadai. Ini pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” ucapnya.

Manajemen RSUD Akui Kekurangan, Tapi Terus Berbenah

Direktur RSUD RAT Tanjungpinang, Bambang Utoyo, mengakui masih banyak hal yang perlu dibenahi. Ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit terus bekerja keras meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kami sedang mempercepat perbaikan AC dan menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) untuk menambah dokter spesialis jantung,” ujarnya.

Bambang juga menyampaikan bahwa RSUD saat ini kekurangan dokter spesialis jantung karena sebagian tenaga medis sedang menempuh pendidikan lanjutan di Tiongkok.

“Jumlah pasien kini mencapai 600 orang per hari. Tentu saja, jumlah dokter kami belum sebanding. Tapi kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik,” tutupnya dengan nada rendah hati.

Sumber: Antara