BPS RI: Sensus ekonomi perkuat posisi Kepri sebagai permata biru

Batamclick.com,
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan Sensus Ekonomi 2026 memperkuat posisi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai Permata Biru di Gerbang Utara Indonesia.

Amalia menjelaskan konsep Permata Biru di Gerbang Utara Indonesia adalah visi strategis Kepri untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi maritim nasional, dengan luas geografis 98 persen lautan.

“Permata biru memiliki potensi ekonomi luar biasa, makanya Sensus Ekonomi hadir untuk mengasah permata biru, dalam menghasilkan peluang ekonomi serta kemajuan bagi Kepri,” kata Amalia saat menghadiri kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Provinsi Kepri di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Rabu.

Ia mengatakan Kepri merupakan salah satu provinsi utama yang menjadi perhatian BPS RI pada Sensus Ekonomi tahun ini, karena memiliki struktur perekonomian yang unik dan bervariasi dibanding provinsi lainnya di Indonesia, mulai dari industri pengolahan, sumber daya alam hingga digitalisasi.

Oleh karena itu, kata dia, Sensus Ekonomi menjadi kesempatan emas guna menghasilkan data potret ekonomi Kepri terkini hingga sepuluh tahun ke depan.

“Mari jadikan Sensus Ekonomi ini sebagai alat bersama mewujudkan Kepri Permata Biru di Gerbang Utara Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Amalia.

Dalam kesempatan ini, BPS RI turut mengapresiasi dukungan Gubernur Kepri Ansar Ahmad melalui Surat Edaran kepada seluruh bupati/wali kota sampai pelaku usaha, tentang dukungan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Dukungan itu menunjukkan komitmen Gubernur Kepri dan jajaran dalam menyukseskan Sensus Ekonomi per sepuluh tahun tersebut.

“Gubernur Ansar juga menjadi responden pertama Sensus Ekonomi 2026 di Kepri. Ini sebagai motivasi kepada masyarakat agar tidak luput dari pencacahan petugas sensus,” ungkapnya.

Ia turut menambahkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Sensus Ekonomi sangat penting seiring terjadinya perubahan aktivitas dan dinamika ekonomi saat ini dibanding sepuluh tahun lalu.

“Melalui Sensus Ekonomi, BPS akan mendata/mencatat untuk menghadirkan data ekonomi terkini,” demikian Amalia.

Sementara, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menekankan kewajiban mendukung Sensus Ekonomi 2026 bagi seluruh Bupati/Wali Kota, ASN, Camat, Lurah, Kepala Desa, Instansi Vertikal, TNI-Polri, Tokoh Agama, Ormas serta Pelaku Usaha.

Ansar berharap Kepri memberikan sumbangsih sebagai provinsi dengan tingkat partisipasi maksimal dalam mendukung Sensus Ekonomi 2026.

Ia menyampaikan data hasil Sensus Ekonomi akan digunakan sebagai alat kebijakan pemerintah, dalam merumuskan program ekonomi inklusif menuju Kepri lebih maju dan sukses di masa-masa mendatang.

“Sensus ini amat penting untuk melihat struktur usaha serta peluang investasi ke depan, termasuk mendorong UMKM berkembang dan naik kelas,” ucap Ansar.

Adapun Sensus Ekonomi 2026 dimulai pada 15 Juni sampai 31 Agustus. BPS Kepri mengerahkan 1.589 petugas sensus yang tersebar di tujuh kabupaten/kota setempat.

Sumber, Antara