Masyarakat Maluku Diajak Jaga Persatuan NKRI di Tanah Papua

BATAMCLICK.COM, Biak: Semangat perjuangan Pahlawan Nasional Pattimura menggema di tanah Papua saat masyarakat Maluku di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori memperingati Hari Pattimura ke-208. Dalam momen penuh kebersamaan itu, Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra mengajak seluruh warga Maluku untuk bersinergi dengan pemerintah menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.

“Kita satukan menjaga kebersamaan dan persaudaraan sebagai perwujudan nilai perjuangan Pahlawan Nasional Pattimura dari Maluku,” ujar Markus, Jumat (23/5), dalam suasana peringatan yang sarat nuansa budaya dan kekeluargaan.

Menurutnya, Hari Pattimura tahun 2025 menjadi tonggak penting memperkuat ikatan kekerabatan masyarakat Maluku yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial di Biak Numfor dan Supiori. Ia pun menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi warga Maluku dalam pembangunan di kedua kabupaten tersebut.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat Maluku karena sudah turut menjadi bagian penting dalam membangun Kabupaten Biak Numfor dan Supiori,” tegasnya.

Senada dengan itu, Bupati Supiori Heronimus Mansoben juga menegaskan bahwa kehadiran masyarakat Maluku membawa dampak nyata, bahkan sejak masa awal penyebaran Pekabaran Injil di tanah Papua.

“Dari sejarah masuknya Injil 5 Februari 1855 di Pulau Mansinam Manokwari hingga ke Maudori dan Biak, semua itu adalah andil masyarakat Maluku. Perayaan ini menjadi momen untuk memperkuat kontribusi dalam pembangunan,” ucap Heronimus.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) Biak Numfor, Turbey O Dangeubun, mengingatkan pentingnya menjaga ikatan persaudaraan sesama warga Maluku yang tersebar di berbagai wilayah.

“Dari ujung Halmahera sampai Tenggara jauh, kita ini semua basudara. Mari saling baku dukung, jaga hubungan persaudaraan di atas tanah ini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Thomas Matulessy,” tuturnya penuh haru.

Sebagai bentuk penghormatan budaya, dalam rangkaian acara juga dilakukan pengukuhan gelar Raja atau Upu Latu kepada Bupati Markus Mansnembra dan Bupati Heronimus Mansoben oleh Ketua Pusat Ikemal Papua, Christian Sohilait.

Sumber: Antara
Editor: Novia