RSUD Natuna sosialisasikan layanan psikologi kepada masyarakat

Batamclick.com,
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyosialisasikan layanan psikologi kepada masyarakat, sebagai upaya meningkatkan pemahaman sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas rumah sakit.

Direktur RSUD Natuna Ari Fajarudi di Natuna, Selasa, mengatakan psikologi merupakan layanan baru yang dihadirkan. Pemberi layanan merupakan seorang psikolog.

Adapun layanan yang diberikan antara lain konseling bagi remaja, keluarga, maupun pasangan. Selain itu, poliklinik (poli) psikolog juga memberikan layanan psikoterapi untuk membantu pasien mengatasi berbagai persoalan psikologis dan emosional.

Sosialisasi dilaksanakan pada Selasa di Aula Pertemuan RSUD Natuna dalam agenda forum konsultasi publik (FKP).

“Layanan poli psikologi telah dibuka sejak Juni 2026,” ucapnya.

Ia menjelaskan, RSUD Natuna memiliki belasan poli dan saat ini berstatus sebagai rumah sakit tipe C. Dengan status tersebut, terdapat beberapa keterbatasan dalam jenis layanan kesehatan yang dapat diberikan kepada pengguna.

Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami apabila terdapat layanan tertentu yang belum dapat dilayani secara langsung di RSUD Natuna.

Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan menyediakan rujukan ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan lebih lengkap di luar daerah sesuai kebutuhan pasien.

Menurutnya, setiap layanan kesehatan tentu memiliki tantangan dan kekurangan, baik yang disebabkan oleh keterbatasan karena tipe rumah sakit maupun pengelolaan layanan yang masih perlu terus ditingkatkan.

Untuk mengatasi hal tersebut, RSUD Natuna secara rutin melaksanakan Forum Konsultasi Publik (FKP) setiap tahun. Selain itu saran dan masukkan juga bisa diberikan setiap hari melalui pengaduan.

RSUD Natuna mencatat, 2026 menjadi tahun kelima mereka melaksanakan FKP. Melalui forum tersebut, pihak rumah sakit menjaring berbagai masukan, kritik, dan saran dari masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan kualitas pelayanan.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan FKP, RSUD Natuna melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pemuka agama, pihak sekolah, puskesmas, hingga media massa. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat membantu rumah sakit memahami kebutuhan masyarakat dan meningkatkan pelayanan kesehatan di Natuna.

“FKP ini seperti ‘obat’ bagi kami, karena akan berdampak pada peningkatan layanan,” ujar dia.

Ia menjelaskan RSUD Natuna merupakan rumah sakit rujukan satu-satunya di Natuna, oleh karena itu saran dari berbagai pihak diperlukan.

Pada FKP di Aula RSUD Natuna, berbagai keluhan disampaikan peserta, salah satunya kondisi parkir. Peserta menilai parkir di RSUD Natuna sempit dan didominasi oleh pegawai RSUD. Hal demikian, membuat pasien dan keluarga terhambat dalam menjalankan aktivitas.

“Selain pegawai, dikarenakan saat ini tren kunjungan juga tinggi, sehingga membuat parkir selalu penuh. Kita akan evaluasi setiap keluhan dan akan kita carikan solusi terbaik,” katanya.

Sumber, Antara