Batamclick.com,
Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjual 500 kilogram beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta 600 liter MinyaKita pada gerakan pangan murah (GPM) yang digelar jelang perayaan HUT ke-81 RI.
Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang Arief Alhadihaq mengatakan GPM dipusatkan di lokasi gerai pangan Jalan Hang Lekir, Minggu (12/7), sebagai tindak lanjut dari masukan dan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait komoditas beras masuk dalam penyumbang Inflasi di bulan Juni 2026.
“Maka itu, kami melakukan operasi pasar sekaligus GPM serentak dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI agar harga pangan stabil,” kata Arief di Tanjungpinang, Minggu.
Ia menyampaikan masyarakat sekitar sangat antusias membeli beras SPHP dan MinyaKita melalui GPM tersebut, karena harganya yang terjangkau atau masih di bawah harga pasaran.
Arief menjelaskan harga beras kemasan SPHP 5 kilogram dijual Rp55 ribu, sedangkan MinyaKita per liter dijual Rp15 ribu.
“Alhamdulillah, seluruh komoditas yang kita siapkan di GPM habis terjual,” ujar dia.
Lebih lanjut Arief juga memastikan pasokan beras SPHP di gudang Bulog Tanjungpinang tersedia 3.000 ton, atau cukup untuk lima bulan ke depan.
Ia menambahkan Bulog berkomitmen mengawal stabilitas harga pangan, terutama beras dengan memperluas penyaluran SPHP melalui mitra rumah pangan kita (RPK), pasar tradisional, retail modern, termasuk gerakan pangan murah jelang hari besar keagamaan nasional (HBKN).
Sumber, Antara









