Batamclick.com,
Export Center Batam, Kepulauan Riau (Kepri), memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar siap menembus pasar internasional melalui pendampingan pemenuhan legalitas usaha, sertifikasi produk, hingga dokumen ekspor.
Kepala Pengelola Export Center Batam (ECB) Mikhael Ardianto mengatakan ECB, yang beroperasi sejak diresmikan Kementerian Perdagangan pada Agustus 2025 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam, berperan sebagai pusat layanan ekspor terpadu bagi pelaku usaha.
“Pembinaan dilakukan secara langsung, baik daring maupun luring. Kami membimbing pelaku usaha mengenai dokumen yang harus dipenuhi dan juga membantu menghubungkan mereka dengan instansi terkait dalam proses pengurusan persyaratan ekspor,” kata Mikhael saat dihubungi di Batam, Kepri, Selasa.
Ia mengatakan saat ini terdapat sekitar 90 UMKM binaan yang didampingi ECB untuk meningkatkan kesiapan memasuki pasar ekspor.
Dalam proses pembinaan, ECB memastikan pelaku usaha telah memenuhi berbagai persyaratan dasar, seperti memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), hingga sertifikasi produk sesuai kebutuhan pasar.
“Selain legalitas usaha, untuk produk kuliner kami juga melihat kelengkapan seperti sertifikasi halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI), Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hingga sertifikasi lain yang dipersyaratkan oleh negara tujuan ekspor,” ujarnya.
Menurut Mikhael, tantangan terbesar bagi UMKM yang baru akan memulai ekspor adalah memenuhi standar produk yang ditetapkan negara tujuan.
“Kesiapan pelaku usaha terhadap standar negara tujuan menjadi tantangan utama. Selain itu proses pengurusan dokumen dan sertifikasi pendukung produk maupun ekspor juga tidak bisa dilakukan secara instan,” katanya.
Ia menambahkan ECB juga mendampingi pelaku usaha saat mengikuti kegiatan business matching dengan calon pembeli luar negeri guna memperbesar peluang terjadinya transaksi ekspor.
Sementara itu, untuk UMKM yang telah berhasil menembus pasar internasional, ECB tetap melakukan pendampingan melalui pencatatan nilai ekspor serta komunikasi rutin sebagai bahan evaluasi dan pengembangan usaha.
Salah satu UMKM yang secara rutin melakukan ekspor adalah CV Kyria Rezeki, produsen aneka kerupuk berbahan hasil laut seperti kerupuk siput gonggong, kerupuk cumi-cumi, kerupuk udang, kerupuk ikan tenggiri, hingga kerupuk otak-otak.
“Perusahaan tersebut telah melakukan ekspor rutin ke Singapura sejak 2002 atau jauh sebelum Export Center Batam berdiri. Namun, kami tetap melakukan pendampingan administrasi, termasuk pencatatan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) sebagai bagian dari pemantauan nilai transaksi ekspor UMKM binaan,” katanya.
Selain itu, sejumlah pelaku usaha lain yang telah memperoleh pendampingan ekspor antara lain Narata dan Sachikun.
Export Center Batam berharap semakin banyak UMKM Batam yang mampu memenuhi standar internasional, sehingga dapat melakukan ekspor secara mandiri.
Sumber, Antara









