Dinkes Batam catat 1.870 kasus tuberkulosis hingga Juni 2026

Batamclick.com,
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mencatat sebanyak 1.870 kasus tuberkulosis (Tb) ditemukan hingga Juni 2026 dari pelaksanaan skrining kepada 13.239 terduga pengidap penyakit tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batam Meldasari mengatakan hingga Juni 2026 pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 13.239 orang terduga Tb.

“Secara kumulatif hingga Juni 2026 jumlah terduga Tb yang diperiksa sebanyak 13.239 orang. Dari hasil pemeriksaan ditemukan 1.870 kasus Tb, terdiri atas 1.839 kasus sensitif obat dan 31 kasus resisten obat,” kata Meldasari saat dihubungi di Batam, Senin.

Dinkes Batam menggencarkan upaya penemuan kasus secara aktif melalui layanan di 22 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota.

Selain itu, Batam juga memiliki 11 alat Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk mempercepat diagnosis Tb, termasuk di Puskesmas Tanjung Sengkuang, Sambau, Mentarau, dan Baloi Permai.

“Sebagai perbandingan, jumlah kasus Tb yang ditemukan sepanjang 2025 mencapai 4.558 kasus, sedangkan pada 2024 sebanyak 5.072 kasus,” kata Meldasari.

Untuk meningkatkan deteksi dini, Dinkes Batam turut menjalankan program jemput bola ke masyarakat. Salah satunya dilakukan Puskesmas Sekupang melalui program Jumper TB (Jumat Periksa TB) dan Layanan Putus (Layanan Gabungan Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular dan TB Putus).

Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup skrining obesitas, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga pemeriksaan TB melalui pemeriksaan dahak.

Kepala Puskesmas Sekupang Indriani Ningsih mengatakan program tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan cakupan deteksi dini penyakit menular dan tidak menular di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Banyak warga yang belum sempat datang ke fasilitas kesehatan karena kesibukan bekerja. Dengan turun langsung ke lingkungan masyarakat, kami berharap kasus Tb maupun penyakit tidak menular dapat ditemukan lebih dini sehingga penanganannya lebih cepat,” ujarnya.

Menurut Indriani, Tb masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat menular melalui udara.

Oleh karena itu, warga yang mengalami batuk berkepanjangan diimbau segera melakukan pemeriksaan untuk mencegah penularan lebih luas.

“Melalui kegiatan ini kami tidak hanya fokus menemukan kasus Tb, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” katanya.

Dinkes Batam berharap berbagai program deteksi dini yang dijalankan puskesmas dapat mempercepat penemuan kasus Tb, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta menekan angka penularan penyakit tersebut di masyarakat.

Sumber, Antara