Nongsa Changi Cable Percepat Konektivitas Digital

BATAMCLICK.COM: ,Nongsa Changi Cable resmi menjadi jalur kabel bawah laut baru yang menghubungkan Batam dan Singapura. Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, mengatakan jalur ini merupakan koridor terpendek antara kedua negara. Karena itu, waktu tempuh data atau latensi menjadi jauh lebih rendah dibandingkan jalur lainnya.

“Jalur ini merupakan yang paling dekat antara Batam dan Singapura. Dengan jarak yang lebih pendek, latensi menjadi jauh lebih baik sehingga proses pertukaran data berlangsung lebih cepat,” ujar Dian usai Nongsa Changi Cable Landing Ceremony di Nongsa Digital Park, Batam, Senin (20/7/2026).

Perkuat Mandat Telkom Bangun Infrastruktur Digital

Dian menjelaskan, Telkom Group mendapat mandat dari pemerintah untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur digital nasional. Infrastruktur tersebut tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat di dalam negeri, tetapi juga menghubungkan Indonesia dengan berbagai negara di dunia.

Menurutnya, konektivitas internasional menjadi semakin penting seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi digital. Karena itu, Telkom terus memperkuat jaringan yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara tetangga, termasuk Singapura.

Infrastruktur Telkom Jangkau Lebih dari 96 Persen Penduduk

Selama ini, Telkom telah membangun berbagai infrastruktur digital di darat, laut, dan udara.

Di darat, Telkom mengoperasikan jaringan fiber optik, menara telekomunikasi, serta BTS melalui Telkomsel. Di laut, perusahaan memiliki jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan berbagai pulau di Indonesia. Sementara di udara, Telkom juga mengoperasikan satelit untuk memperluas jangkauan layanan.

“Melalui seluruh infrastruktur tersebut, saat ini Telkom mampu melayani lebih dari 96 persen populasi Indonesia,” kata Dian.

Kolaborasi Tiga Perusahaan Bangun NCC

Pembangunan Nongsa Changi Cable dilakukan melalui kolaborasi Telkom International (Telin), BW Digital, dan Citramas.

Menurut Dian, kerja sama ini memadukan pengalaman global dengan kekuatan nasional. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi digital Indonesia sekaligus memperkuat konektivitas internasional.

“Kolaborasi ini menjadi bentuk kemitraan strategis untuk membangun infrastruktur digital yang semakin kuat dan siap menghadapi kebutuhan masa depan,” ujarnya.

Dukung AI, Cloud, dan Hyperscaler

Dian mengatakan kebutuhan konektivitas terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), layanan komputasi awan (cloud computing), serta kebutuhan para hyperscaler.

Karena itu, Nongsa Changi Cable dibangun untuk menyediakan kapasitas bandwidth yang lebih besar sekaligus menghadirkan koneksi berlatensi rendah agar mampu mendukung berbagai layanan digital modern.

“Infrastruktur ini kami siapkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi digital yang terus berkembang, termasuk AI, cloud, dan layanan digital berskala besar,” jelasnya.

Perkuat Koridor Digital SIJORI

Selain mendukung transformasi digital nasional, Dian berharap Nongsa Changi Cable dapat memperkuat pengembangan koridor SIJORI yang menghubungkan Singapura, Johor, dan Kepulauan Riau.

Ia menilai konektivitas yang semakin baik akan mempererat kerja sama Indonesia dan Singapura, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.

“Kami berharap kehadiran NCC semakin memperkuat konektivitas digital regional dan memperluas kerja sama ekonomi digital antara Indonesia dan Singapura,” tutup Dian.