BATAMCLICK.COM: Pembuatan kapal perang di Batam kembali melangkah ke babak baru ketika Kementerian Pertahanan dan PT Noahtu Shipyard memulai konstruksi kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) ke-3 bernomor lambung H7117. Upacara keel laying yang digelar pada Rabu (19/11/2025) di Tanjung Uncang itu menjadi simbol dimulainya pembangunan struktur utama kapal yang akan selesai pada 10 Agustus 2028.
Ruang Galangan yang Sibuk dan Momen Penting
Pagi itu, suara las dan denting baja mengisi udara galangan kapal PT Noahtu Shipyard. Di tengah aktivitas para pekerja, Staf Ahli Menhan Bidang Sosial, Mayjen TNI Rionardo, memimpin seremoni yang menandai lahirnya kapal perang baru untuk TNI AL. Di hadapannya, blok baja seberat lebih dari 50 ton mulai tersusun, memenuhi syarat regulasi Safety of Life at Sea (SOLAS).
Teknologi Tempur Generasi Baru

Direktur PT Noahtu Shipyard, Adi Susanto, menyampaikan bahwa OPV ke-3 ini akan berperan sebagai kapal patroli permukaan dengan kemampuan OMP (Operasi Militer Perang). Ia menegaskan bahwa kapal ini dengan kemampuan surface to surface warfare, surface to air warfare, hingga electronic warfare.
Kapal sepanjang 98 meter dan lebar 13,5 meter itu juga terdapat Combat Management System. Sistem tersebut berfungsi sebagai otak tempur yang menghubungkan semua sensor, radar, senjata, dan komunikasi sehingga kapal dapat mendeteksi serta menetralisir ancaman dengan cepat.
Mendukung Kedaulatan Laut

Mayjen Rionardo memastikan bahwa pembangunan OPV ke-3 berjalan lebih cepat dari rencana kontrak TRAK/385/PLN/V/2024. Ia menekankan bahwa kehadiran kapal ini nantinya memberi dukungan strategis bagi TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara di laut.
Pembinaan Industri Pertahanan Nasional

Selain memperkuat armada, proyek ini juga menjadi bukti pembinaan industri pertahanan dalam negeri. PT Noahtu Shipyard tidak hanya membangun kapal, tetapi juga meningkatkan kompetensi untuk memproduksi KRI serupa di masa depan. OPV ke-3 juga menjalankan OMSP seperti Opskamla, misi SAR, dan bantuan bencana.
Harapan Baru

Acara keel laying dengan tradisi peletakan koin di bawah Blok B01. Lanjut penandatanganan berita acara, serta penekanan sirene sebagai tanda resmi memulai pembangunan kapal. Di balik koin itu, tersimpan harapan besar agar pembuatan kapal perang di Batam terus membawa Indonesia menuju kemandirian pertahanan yang lebih kuat.








