Rukun Antar Agama di Batam Diperkuat Lewat Ngopi dan Dialog Hati ke Hati

Rukun Antar Agama

Rukun antar agama di Batam menjadi perhatian serius Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam. Lewat sebuah forum dialog yang dikemas santai namun bermakna, para tokoh lintas agama berkumpul untuk membahas tantangan kerukunan yang muncul di tengah masyarakat kota industri ini.

Kepala Kantor Kemenag Batam, Budi Dermawan, menggagas kegiatan bertajuk BUDI Ngobras (Bahas Ukhuwah Damai Indonesia – Ngopi Bareng Tokoh Lintas Agama), yang bertujuan membangun jembatan komunikasi di antara umat beragama.

Ngobras ini bukan sekadar ngopi bareng, tapi ruang dialog dari hati ke hati. Kita akui masih ada gesekan dan potensi konflik, dan itu yang perlu kita hadapi bersama,” kata Budi, Kamis (19/6/2025).

Dialog Bermakna untuk Atasi Ketegangan Sosial

Ketua FKUB Batam beserta jajaran, serta tokoh dari berbagai agama dan kepercayaan. serta sejumlah pejabat Kemenag seperti Magdalena Silfia (Kepala Subbag TU), Esther Sri Liasna (Kasi Urusan Agama Kristen), Franciscus Septadi Setyanto (Penyelenggara Katolik), dan Resdin Efendi Pasaribu (Staf Bimas Islam) turut hadir dalam kegiatan ini.

Mereka mengangkat persoalan nyata: minimnya ruang interaksi antarumat beragama, masih adanya radikalisme yang menyasar generasi muda, hingga belum optimalnya rumah ibadah sebagai pusat pembelajaran nilai toleransi.

Sejumlah peserta juga menyuarakan keresahan atas sulitnya izin pendirian rumah ibadah, stigma antar komunitas, dan lemahnya koordinasi forum lintas agama di tingkat kecamatan.

Merawat Toleransi dari Akar Rumput

Budi menegaskan bahwa menjaga kerukunan antarumat tak cukup dengan seremoni. Ia mengajak semua pihak memperluas dialog hingga ke tingkat kelurahan dan komunitas akar rumput.

Kerukunan itu bukan sesuatu yang tumbuh sendiri. Kita harus merawat, mempertemukan dan memperjuangkannya bersa-sama,” tegasnya.

Forum BUDI Ngobras menjadi langkah awal membangun budaya komunikasi terbuka di Kota Batam. Lewat bincang santai namun serius ini, ia mengaharapkan Batam menjadi kota tolerasi dan kebersamaan.

Sumber: Antara