Natuna  

Cen Sui Lan Pastikan Pemda Hadir Saat Harga Pangan Membebani Masyarakat

NATUNA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Natuna kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dengan menggelar Gerakan Pangan Murah di Desa tapau, Kecamatan Bunguran Tengah, Selasa (19/05/2026).

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, yang hadir langsung pada kesempatan itu menegaskan bahwa program pasar murah merupakan langkah nyata pemerintah untuk menghadir kebijakan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.

“Pasar murah ini hadir sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu meringankan beban warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Menurut Cen Sui Lan, kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih memerlukan perhatian serius, khususnya terkait kestabilan harga pangan di daerah kepulauan seperti Natuna yang sangat bergantung pada distribusi barang dan kondisi cuaca.

Ia menilai, ketika pasokan tersendat atau biaya transportasi meningkat, harga kebutuhan pokok dapat melonjak dengan cepat. Karena itu, pemerintah daerah memilih turun langsung melalui operasi pasar dan pasar pangan murah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pokok dijual jauh di bawah harga pasar. Minyak goreng dijual Rp15 ribu per kilogram dari harga normal sekitar Rp22 ribu. Gula pasir Rp12 ribu dari harga pasar Rp18 ribu. Beras PHP dijual Rp58 ribu dari harga normal Rp63 ribu. Sementara telur dijual Rp50 ribu per papan dan tepung Rp15 ribu.

Program pasar murah itu terlaksana melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Natuna bersama Bulog, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Toko Berkah Sejahtera, Toko Suka Jadi dan Toko Lestari Tanjung.

Cen Sui Lan memastikan program tersebut tidak berhenti di Bunguran Tengah saja. Pemerintah Kabupaten Natuna telah menyiapkan pelaksanaan pasar murah di Pulau Laut dan Bunguran Timur Laut, bahkan direncanakan menjangkau seluruh 17 kecamatan di Natuna.

“Alhamdulillah kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan sebagai upaya membantu masyarakat,” katanya.

Ia juga mengungkapkan masih banyak warga yang belum sempat datang ke lokasi pasar murah karena sedang berada di kebun. Hal itu, menurutnya, menjadi bukti tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan murah.

Langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Natuna ini dinilai menjadi bentuk konkret pengendalian inflasi daerah yang langsung menyentuh masyarakat bawah, bukan sekadar dibahas dalam rapat birokrasi.

(Dy)